Viral, Anak Kucing Dilempar dari Lantai 5 Rusunawa hingga Tewas di Probolinggo

surabayapagi.com
Viral anak kucing dilempar dari lantai 5 rusunawa di Probolinggo hingga tewas. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kembali viral, seekor anak kucing peliharaan bernama Melly mati setelah diduga sengaja dilempar oleh salah seorang penghuni dari gedung lantai 5 Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bayuangga, Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo hingga ditemukan tewas.

Peristiwa yang menimpa anak kucing berusia 4 bulan itu terjadi saat pemiliknya, Nafiah sedang tidak berada di dalam huniannya. Betapa kagetnya Nafiah saat mendapati kucing kesayangannya yang dirawat sejak lahir sudah tergeletak tak bernyawa di area parkir sepeda motor.

Baca juga: Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Diduga Kebocoran Pipa Storage

"Saya kan malam itu mau keluar. Kucing itu biasanya tidak pernah keluar. Pas saya pulang kucingnya sudah ada di bawah. Untung ada CCTV," kata Nafiah, Selasa (13/10/2026).

Baca juga: Diduga Dicekoki Nenek Telur Mentah, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal

Sementara itu, terkait dugaan aksi penganiayaan terhadap hewan itu terekam kamera CCTV yang terpasang di area gedung. Terduga pelaku penganiayaan kucing itu adalah pria berinisial ANG yang juga menghuni kompleks rusunawa. Aksi nekat itu ditengarai dipicu rasa kesal pelaku karena anak kucing milik tetangganya tersebut tak sengaja masuk dan membuang kotoran di dalam kamarnya.

Kendati demikian, hingga saat ini pelaku diketahui belum mendatangi pemilik kucing untuk memberikan penjelasan maupun menyampaikan permohonan maaf secara langsung. "Katanya mau ke sini, mau minta maaf. Tapi sampai sekarang belum ada," ungkap Nafiah dengan nada kecewa.

Baca juga: Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Sedangkan aparat kepolisian dari Polsek Kademangan langsung mendatangi lokasi kejadian di Rusunawa Bayuangga. Sejumlah petugas menggali keterangan dari saksi dan mengumpulkan bukti-bukti awal. Saat petugas mendatangi lokasi, terduga pelaku ANG tidak berada di tempat karena tengah bekerja. Pihak kepolisian masih terus mendalami kronologi kejadian guna menentukan langkah dan proses hukum selanjutnya. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru