SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kawasan Jalan Dupak Rukun, Surabaya menjadi sorotan pasca munculnya semburan air setinggi sekitar 2–3 meter yang diduga akibat kebocoran pipa air di sekitar lokasi pekerjaan pembangunan tempat penampungan air (storage), Selasa (13/10/2026) siang. Sehingga, peristiwa yang sempat dilaporkan sebagai semburan lumpur tersebut dipastikan sementara bukan fenomena geologi.
Diketahui, laporan kejadian diterima Command Center 112 sekitar pukul 10.44 WIB, petugas dari pos terdekat kemudian diterjunkan untuk melakukan asesmen di lokasi. Hal itu karena, semburan tersebut cukup besar karena pipa yang diduga mengalami kebocoran diperkirakan berdiameter sekitar satu meter. Namun, penyebab pasti kebocoran hingga kini masih dalam pemeriksaan.
Baca juga: Diduga Dicekoki Nenek Telur Mentah, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal
“Teman-teman di lokasi menyatakan bahwa ini bukan semburan lumpur. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, diketahui bahwa ini merupakan semburan air akibat pipa yang bocor,” ujar Kepala Tim Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Arif Sunandar, Selasa (13/10/2026).
Baca juga: Viral, Anak Kucing Dilempar dari Lantai 5 Rusunawa hingga Tewas di Probolinggo
Di sekitar lokasi kejadian diketahui sedang berlangsung pekerjaan penggalian untuk pembangunan storage atau tempat penampungan air. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya menambah kapasitas penampungan air hujan sebagai salah satu strategi pengendalian banjir. Dan saat ini, petugas masih menunggu hasil pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus memastikan kepemilikan jaringan pipa tersebut.
“Untuk penyebabnya, kami masih belum mendapatkan datanya. Nanti setelah aliran air dimatikan dan air di lokasi dipompa keluar, diharapkan bisa diketahui persoalan sebenarnya,” ujarnya.
Baca juga: Ayahanda Berpulang, Santoso Utomo Hadapi Sidang dengan Duka dan Kekhawatiran atas Nasib 50 Karyawan
Petugas juga menyiapkan sejumlah pompa alkon untuk mengeluarkan air yang menggenangi area pekerjaan. "Penanganan selanjutnya, kami akan melibatkan pihak pemilik utilitas yang jaringannya yang mengalami kebocoran. Koordinasi lintas instansi dilakukan agar kerusakan dapat segera diperbaiki dan kondisi di lokasi kembali normal," tutupnya. sb-05/dsy
Editor : Redaksi