Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Petakan Kondisi Sosial Ekonomi Lewat Muskel

surabayapagi.com
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Antiek Sugiharti. SP/ Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui kegiatan musyawarah kelurahan (muskel) hingga ke tingkat rukun tetangga (RT), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencar memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran, untuk mendapatkan data yang lebih rinci mengenai kondisi masyarakat melalui verifikasi langsung di lapangan.

"Pemerintah Kota Surabaya dalam beberapa minggu ini melakukan kegiatan muskel. Dimana muskel ini kita ingin lebih dalam lagi sehingga prosesnya dilakukan hingga di tingkat RT," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Kamis (15/10/2026).

Baca juga: Pemkot Minta Warga Berhenti Sebar Identitas ABH Perundungan Anak Disabilitas yang Viral di Surabaya

Menurutnya, pendataan hingga tingkat RT diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi dan keadaan masyarakat. Sehingga, dengan gambaran yang akurat, pemerintah dapat memetakan kondisi sosial ekonomi warga sebagai dasar menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan.

Baca juga: Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM Serentak di Wonokromo

Dan salah satu persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan muskel adalah ketidaksesuaian antara data administrasi kependudukan (adminduk) dan domisili sebenarnya warga. "Kami jumpai banyak sekali warga yang ber-KTP Surabaya tapi yang bersangkutan tidak berdomisili di Surabaya," ujarnya.

Untuk mendukung proses pendataan, kata dia, pihaknya juga mengintegrasikan pelaksanaan muskel dengan penggunaan aplikasi Perlinsos untuk menghimpun data masyarakat yang selanjutnya dapat menjadi salah satu variabel dalam penentuan intervensi pemerintah.

Baca juga: Maraknya Kasus Kekerasan, Pemkot Surabaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Oleh karenanya, adanya pendataan melalui aplikasi Perlinsos dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan muskel agar informasi mengenai kondisi masyarakat dapat dihimpun secara lebih terstruktur. "Untuk itu, bersamaan dengan pelaksanaan muskel kami juga melakukan pendataan melalui aplikasi Perlinsos," jelasnya. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru