MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Reporter : Muhajirin
Jajaran pengurus PCNU dan MUI Lamongan berpose bersama usai silaturahim di Kantor PCNU Jalan Kiai Amin. FOTO:SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antar lembaga keagamaan dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Rombongan MUI Kabupaten Lamongan dipimpin Ketua Umum KH. M. Sa’id Humaidy, SH., M.Pd.I., dan diterima Rais Syuriyah KH. Salim Azhar dan Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir beserta jajarannya.

Baca juga: Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, di antaranya fenomena tawuran antarperguruan pencak silat, peredaran minuman keras (miras), serta penguatan hubungan kelembagaan antara MUI dan PCNU Lamongan.

Ketua MUI Kabupaten Lamongan, KH. Sa’id Humaidy, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi, dan memperkuat kerja sama dengan berbagai elemen organisasi keagamaan.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antar lembaga menjadi modal penting untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Silaturahmi ini menjadi sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat komunikasi antara MUI dan PCNU. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menyikapi berbagai persoalan umat dan menjaga kondusivitas Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Ia juga berharap persoalan tawuran antar perguruan silat dan peredaran miras dapat menjadi perhatian bersama. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan persuasif, edukasi keagamaan, serta pembinaan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir, menegaskan pentingnya membangun kebersamaan antar lembaga keagamaan dalam menjaga kerukunan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antara organisasi keagamaan merupakan langkah penting, untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Baca juga: 60 Kepala Sekolah Madrasah Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan

“Persoalan yang berkembang di masyarakat perlu disikapi secara bersama-sama dengan mengedepankan dialog, kebijaksanaan, dan semangat persaudaraan. Organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kerukunan, membangun kesadaran masyarakat, dan memberikan teladan yang baik,” ungkapnya.

Terkait tawuran antar perguruan silat, pembinaan generasi muda dinilai penting agar semangat persaudaraan dan sportivitas tetap, menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas pencak silat. Perbedaan perguruan hendaknya tidak menjadi alasan munculnya permusuhan, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Adapun persoalan peredaran miras membutuhkan perhatian bersama, melalui edukasi masyarakat, penguatan peran keluarga dan lingkungan, serta koordinasi dengan pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkuat Sinergi Ormas Keagamaan

Selain membahas persoalan sosial, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara MUI dan PCNU Lamongan.

Baca juga: Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Kedua lembaga diharapkan terus membangun komunikasi yang konstruktif dan meningkatkan kolaborasi dalam bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta pembinaan umat.

Sinergi tersebut dinilai penting mengingat MUI dan NU memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, menjaga persatuan, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan hubungan MUI dan PCNU Lamongan semakin erat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Kabupaten Lamongan.

Kebersamaan antarlembaga keagamaan juga diharapkan menjadi kekuatan untuk mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial secara bijaksana, mengedepankan musyawarah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru