SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Dalam rangka mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan bersama warga mulai melakukan normalisasi di sejumlah aliran sungai dengan membersihkan kawasan DAM dari rumput liar, semak belukar, serta material yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.
Kegiatan ini juga didukung penggunaan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan dan penataan area saluran. Salah satunya, seperti yang dilakukan di kawasan DAM Pettesan, Kecamatan Sepulu, bersama organisasi keagamaan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), aparat desa setempat dan pemuda dari Karang Taruna di wilayah itu.
Baca juga: Pemkab Lumajang Usulkan Normalisasi Kali Asem, Kurangi Risiko Lahar Semeru
Sementara itu, Camat Sepulu Hosun yang juga terlibat langsung dalam kegiatan itu mengatakan, normalisasi aliran sungai di sekitar DAM Pettesan merupakan upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko terjadinya genangan maupun banjir di lingkungan masyarakat. Pasalnya, adanya keberadaan DAM dan saluran air memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air, terutama ketika memasuki musim penghujan.
Baca juga: Dinilai Hambat Normalisasi Sungai, Pemkab Sidoarjo Tertibkan Jembatan Liar
Menurutnya, upaya pencegahan banjir tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan fungsi saluran air. Dirinya juga menegaskan bahwa normalisasi DAM bukan sekadar kegiatan membersihkan saluran air, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Ia berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air, sungai, maupun kawasan DAM yang berpotensi mengakibatkan penyumbatan. "Jangan sampai saluran yang sudah kita bersihkan kembali tersumbat akibat sampah dan kurangnya kepedulian. Pencegahan banjir harus dimulai dari kesadaran dan kebiasaan kita sehari-hari," ungkapnya, Selasa (20/10/2026).
Baca juga: Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal
Selain sebagai langkah mitigasi bencana, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta menciptakan wilayah Sepulu yang lebih bersih, aman, dan tangguh menghadapi potensi bencana. bg-01/dsy
Editor : Redaksi