SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Program 100 Desa Wisata atau Dewi SAE, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berupaya dalam membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan terus mendorong desa tidak sekadar memiliki destinasi, tetapi juga mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Pasalnya, kekayaan alam, budaya dan produk lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Sehingga, adanya program 100 Desa Wisata melalui Dewi SAE menjadi salah satu program strategis Bupati Probolinggo. Pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada penetapan desa wisata, tetapi juga menggali potensi lokal, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong partisipasi masyarakat.
Baca juga: Pasca Tutup Sejumlah Prostitusi, Pemkab Probolinggo Gencarkan Pengawasan Berlanjut
“Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” jelas Sekretaris Diskopar Kabupaten Probolinggo Dian Cahyo Prabowo, Rabu (21/10/2026).
Baca juga: Lewat Gerakan Selamatkan Pangan, Pemkot Probolinggo Komitmen Tekan Pemborosan
Program tersebut dilaksanakan secara bertahap, yakni 35 desa pada tahun 2025, 35 desa pada tahun 2026 dan 30 desa pada tahun 2027. Sehingga untuk memastikan pengembangan berjalan terarah jelas Dian, pemerintah melakukan inventarisasi, pendataan dan kurasi terhadap potensi serta kesiapan setiap desa. Aspek yang diperhatikan mencakup atraksi wisata, amenitas, aksesibilitas, kelembagaan, sumber daya manusia, promosi, potensi kunjungan dan keterlibatan masyarakat.
“Penetapan desa wisata bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus mengembangkan potensi desa agar semakin menarik, berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendampingan aktif, terkoordinasi dan berkelanjutan dari Perangkat Daerah terkait,” tegasnya.
Baca juga: Dukung KNMP Randuputih, Pemkab Probolinggo Siapkan Sejumlah Infrastruktur
Melalui Dewi SAE, Pemkab Probolinggo berharap desa wisata tumbuh menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu memperkuat kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. pr-01/dsy
Editor : Redaksi