SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya mencegah aksi perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen dalam penguatan pendidikan karakter serta mengoptimalkan layanan konseling bagi para siswa. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan di sekolah maupun di lingkungan.
Pasalnya, perlindungan anak perlu dibangun melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan, bukan hanya penanganan ketika masalah muncul. Sekolah didorong menjadi ruang yang mampu menumbuhkan karakter positif sekaligus memberikan rasa aman bagi murid untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Baca juga: Pemkot Minta Warga Berhenti Sebar Identitas ABH Perundungan Anak Disabilitas yang Viral di Surabaya
"Pencegahan harus dimulai dari keseharian anak di sekolah. Kami ingin membangun lingkungan yang membuat murid merasa aman, dihargai, dan nyaman untuk bercerita. Penguatan karakter, komunikasi terbuka, serta pendampingan dari guru dan orang tua menjadi bagian penting untuk mewujudkan hal tersebut," jelas Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawa, Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM Serentak di Wonokromo
Menurutnya, pembentukan karakter menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Dispendik mendorong satuan pendidikan SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk mengoptimalkan kegiatan positif sesuai tahap perkembangan murid. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan pendidikan karakter melalui Satria Surabaya atau Sekolahe Arek Suroboyo, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olah raga, seni, budaya, dan palang merah remaja (PMR).
Baca juga: Maraknya Kasus Kekerasan, Pemkot Surabaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Sementara itu, untuk pola pembinaan disesuaikan dengan usia siswa seperti di tingkat SD, perhatian diarahkan pada pembiasaan perilaku baik, penumbuhan empati, dan pendampingan intensif oleh guru. "Sementara itu, di tingkat SMP, pembinaan diperkuat melalui pengembangan tanggung jawab pribadi, pengendalian emosi, kepemimpinan, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijak," tuturnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi