SURABAYAPAGI, Lumajang- Semboyan “Guru Digugu lan Ditiru” yang memiliki makna bahwa seorang guru harus menjadi sosok yang dipercaya, dihormati, serta menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, kembali menjadi sorotan.
Hal tersebut menyusul adanya dugaan perilaku seorang oknum guru berinisial Gil (35), yang diketahui pada hari Sabtu (31/10/2026) berada di sebuah kamar kos bersama seorang perempuan yang bukan istrinya, sebut saja Bunga, warga Kecamatan Rowokangkung.
Baca juga: Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Gil diduga masuk ke salah satu kamar kos bersama perempuan tersebut. Setelah beberapa waktu berada di dalam kamar, keduanya terlihat keluar dan menuju ke pusat perbelanjaan Mister DIY. Selanjutnya, Gil mengantarkan perempuan tersebut pulang ke wilayah Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Gil di lingkungan sekolah tempatnya mengajar, sebuah SD negeri di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Dalam kesempatan konfirmasi tersebut, Gil mengakui bahwa dirinya memang berada di kamar kos bersama perempuan yang dimaksud.
"Iya, Pak, saya salah. Saya mengakui bersama dia, tetapi dia bukan istri orang atau tidak mempunyai suami," ungkap Gil saat dikonfirmasi.
Baca juga: Viral di Medsos, Ibu Muda Rungkut Surabaya Jadi Korban KDRT Usai Cekcok Soal Uang
Lebih jauh Gil yang diketahui sudah beristri ini berkelakar "saya memang sering ketemu cewek tapi yang terpenting bukan istri orang".
Terlepas dari pengakuan tersebut, perilaku seorang tenaga pendidik tentu patut menjadi perhatian publik. Sebab, guru bukan hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga dituntut menjaga sikap, etika, dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Terlebih, berdasarkan informasi yang dihimpun, Gil diketahui telah memiliki seorang istri yang berprofesi sebagai bidan.
Baca juga: Azizah Salsha Diduga Selingkuh, Pratama Arhan Justru Unggah Foto Ini di Medsosnya
Media menilai bahwa persoalan ini bukan semata-mata mengenai status perempuan yang bersangkutan, melainkan juga menyangkut kepatutan, etika, dan tanggung jawab moral seorang pendidik yang setiap hari menjadi panutan bagi anak didiknya.
Meski demikian, perlu ditegaskan bahwa keberadaan seseorang bersama perempuan lain di kamar kos tidak dengan sendirinya membuktikan adanya perselingkuhan. Oleh karena itu, klarifikasi dari pihak-pihak terkait tetap diperlukan agar pemberitaan berimbang.
Publik pun berharap agar setiap tenaga pendidik senantiasa menjaga kehormatan profesinya, mengingat kepercayaan masyarakat terhadap guru merupakan bagian penting dalam dunia.tim
Editor : Redaksi