Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI : Warga memergoki pasangan selingkuh di Gunungkidul. Setelah menjalani sidang rakyat, keduanya disanksi membeli material bangunan untuk pembangunan jalan RT.
Jogoboyo (Bagian Keamanan) Kalurahan Ngloro, Aris Setyawan, mengatakan bahwa kejadian bermula saat warga menggelar rapat RT akhir bulan April 2026. Dua sejoli itu ikut di rapat tersebut.
Mulanya warga curiga karena keduanya pergi meninggalkan rapat dalam waktu yang hampir bersamaan. Pria inisial P pamit lebih dulu dari rapat itu.
"10 menit kemudian wanita berinisial S menyusul keluar. S ini sudah bersuami," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (4/5/2026). Karena curiga, warga lantas mencari keberadaan dua orang tersebut. Namun, sesampainya di rumah P ternyata P tidak ada di rumah.
"Setelah ditelusuri, yang bersangkutan berada di rumah S," ujarnya.
Aris melanjutkan, warga lalu menunggu keduanya keluar dari rumah S. Setelah cukup lama, akhirnya kedua orang tersebut keluar dari rumah S.
"Warga itu menunggu sampai satu jam, dan akhirnya keduanya keluar dari rumah," ucapnya.
Selanjutnya, warga mengamankan keduanya dan membawanya ke rumah Ketua RT setempat. Alhasil, keduanya mengaku menjalin hubungan terlarang.
"Akhirnya setelah musyawarah, warga sepakat menjatuhkan sanksi sosial berupa 10 dump pasir dan 200 sak semen untuk pembangunan jalan lingkungan RT," katanya.
Menurut Aris, sanksi tersebut untuk menimbulkan efek jera kepada keduanya. Selain itu, agar suasana tetap kondusif dan masalah tersebut tidak berlarut-larut.
"Tujuan utama dari kesepakatan itu agar ada efek jera sekaligus menjaga keharmonisan lingkungan. Yang penting warga tetap rukun, masalah selesai, dan tidak berlarut-larut," ujarnya.
Aris menyebut P dan S sudah menunaikan hukuman mereka untuk membeli material bangunan. Saat ini pembangunan jalan itu juga sudah selesai.
"Sudah (dijalankan P dan S), dan itu sudah selesai di tingkat RT," ucapnya. n bin, hu

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…