Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Reporter : Lestariyono Blitar

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seluruh proses rekrutmen pegawai secara transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi, dengan komitmen tersebut, masyarakat diimbau untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan oleh oknum yang menjanjikan kelulusan atau kelolosan sebagai pegawai KAI dengan meminta sejumlah uang.

Imbauan ini menguat setelah jajaran Satreskrim Polres Madiun mengungkap kasus penipuan bermodus calo pekerjaan di PT KAI. Pelaku yang mengaku sebagai pejabat teknisi KAI tersebut bahkan sempat memberikan dokumen palsu serta meminta biaya pelatihan dan tes kesehatan.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Dengan kasus tersebut, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa tersangka bukanlah pegawai atau karyawan PT KAI. Ia juga memastikan bahwa seluruh atribut yang digunakan oleh pelaku—mulai dari seragam PT KAI, kartu identitas (ID card) PT KAI, hingga pakaian dinas yang diduga dikenakan oleh tersangka—adalah palsu.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI. Proses rekrutmen KAI sama sekali tidak dipungut biaya apa pun, tanpa kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, atau biaya penggantian akomodasi dan transportasi," tegas Tohari.

Untuk itu juga disampaikan seiring dengan berjalannya tahapan Rekrutmen Eksternal tingkat SLTA, D3, dan D4/S1 Tahun 2026. Dari total 2.312 peserta yang mendaftar dan mengikuti tahapan tes kesehatan awal, disaring sebanyak 581 peserta yang berhasil melanjutkan ke tahap seleksi kedua, yaitu tes psikologi yang dipantau langsung oleh Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi.

Baca juga: Komitmen Jaga Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Gelar Pembinaan Petugas Jaga Lintasan

Dari total peserta tes psikologi tersebut, sebanyak 141 peserta kini dinyatakan lolos dan melanjutkan ke tahapan tes wawancara. KAI terus mengingatkan agar para peserta senantiasa percaya pada kemampuan diri sendiri dan menjaga integritas tanpa mengandalkan bantuan oknum tertentu.

Guna menghindari kerugian dan melindungi masyarakat dari modus penipuan serupa, PT KAI mengimbau publik untuk selalu berpedoman pada saluran informasi resmi perusahaan, dengan Situs Resmi, dan seluruh informasi lowongan dan pendaftaran hanya diakses secara mandiri melalui karier.kai.id, juga KAI tidak pernah menerima berkas lamaran fisik melalui pos maupun instansi di luar ketentuan situs resmi.

Baca juga: Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Sekaligus juga mewaspadai Travel Palsu dngan modus penipuan yang mewajibkan pemesanan akomodasi/transportasi melalui agen perjalanan tertentu yang diklaim sebagai bagian seleksi. Seluruh tahapan seleksi (administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara, kesehatan akhir, hingga diklat) diumumkan secara transparan melalui akun resmi masing-masing peserta.

Tohari menekankan pada asyarakat bila menemukan informasi mencurigakan atau indikasi penipuan rekrutmen diminta untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian atau langsung melalui saluran resmi PT KAI.Les

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru