Program Wajib Kerja untuk Lulusan Dokter Spesialis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Mal distribusi atau penyebaran yang tidak merata membuat pemerintah membuat aturan. Di mana setiap lulusan dokter spesialis harus mengabdi di luar kota atau pulau selama setahun. Terutama lima spesialisasi yakni bedah, anak, kandungan, anestesi dan penyakit dalam. Dengan adanya aturan dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini dokter spesialis bisa tersebar merata terutama di daerah terpencil. Itu pula yang harus dijalani 35 dari 74 dokter dari 17 spesialisasi yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) yang dilantik dan diambil sumpahnya, Rabu (20/9). Ke-35 dokter spesialis itu diharuskan mengikuti Wajib kerja dokter spesialis (WKDS) dari lima spesialis yang dibutuhkan selama setahun. Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Soetodjo, SpU (K) mengatakan dari 30 ribu dokter spesialis yang ada saat ini memang masih terpusat di kota-kota besar. Sehingga memang diperlukan aturan yang jelas agar pemerataan distribusi sehingga kesehatan masyarakat pun bisa merata. “Kita sosialisasikan itu kepada seluruh lulusan dokter spesialis. Karena FK Unair sendiri memang harus mendukung program pemerintah. Dan Alhamdulillah, dokter spesialis yang baru lulus terutama dari lima spesialisasi itu bersedia untuk mengabdi di daerah,” jelas Soetodjo usai pelantikan dokter spesialis ke-122 FK Unair itu. FK Unair sendiri ditugaskan pemerintah untuk menyebarkan lulusan dokter spesialisnya ke daerah-daerah yang ada di Jawa Timur sebagai markas dari Unair, juga ke Maluku Utara dan Papua Barat. “Kita sudah mengirimkan angkatan keempat sejak Januari 2017 lalu. Dan Alhamdulillah sekarang tidak ada kendala,” tandas Soetodjo. Soetodjo mengakui untuk menyukseskan program ini, terlebih dulu FK Unair berkonsultasi dengan Kemenkes. Tujuannya agar dokter spesialis itu mau dan bersedia ditugaskan di daerah. Karenanya, kata Soetodjo perlu ditegaskan masalah fasilitas yang didapat para dokter itu selama bertugas. “Alhamdulillah lagi, Kemenkes memberikan itu dengan bekerja sama Pemkab atau Pemkot setempat,” tuturnya. Koordinator Ketua Program Studi (KPS) FK Unair, dr Aryuta Eiyani SpAn (K) mengakui di awal-awal program ini dijalankan memang ada banyak keluhan dari para dokter terutama mengenai fasilitas yang didapat. Namun, seiring waktu pemerintah pusat dan daerah saling berkoordinasi, keluhan itu sudah tidak muncul lagi. “Kewajiban sebagai dokter dilakukan dan haknya juga dipenuhi. Gaji, fasilitas penunjang dan sebagainya. Setelah satu tahun kami serahkan pada yang bersangkutan untuk pulang ke daerah asal atau tetap mengabdi di daerah itu. Kalau tetap mengabdi tentunya dengan negosiasi dengan pemerintah setempat,” tandas Aryuta. FK Unair sebagai lembaga yang meluluskan para dokter spesialis ini juga tidak lupa melakukan visitasi ke daerah-daerah dimana banyak lulusannya ditugaskan. Ini dilakukan untuk memberikan motivasi dan melihat apa yang terjadi di daerah tersebut. Salah satu dokter spesialis yang baru lulus dan bersiap untuk dikirim ke daerah adalah dr. Birama Robby Indra Prasta, SpOG. Dokter ahli kandungan ini mengaku ingin dikirim ke Papua Barat. Namun dia belum tahu pasti ke daerah mana akan dikirim. “Saya ingin pilih yang jauh sekalian. Kalau ke Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur sudah pernah waktu praktik dokter umum dulu. Menyenangkan sekali,” jelas bapak satu anak ini. Namun setelah menjadi dokter kandungan ini, Birama menginginkan membantu masyarakat di kawasan Papua Barat yang terkenal masih minus. “Banyak dari masyarakat di sana melahirkan ke dukun. Saya ingin membantu untuk mengubah mindset masyarakat agar lebih menjaga kesehatan,” tandas Birama. Sampai saat ini, pria kelahiran Gresik 3 Februari 1985 ini masih menunggu surat tugas resmi dari Kemenkes. Namun yang pasti Oktober mendatang, dia harus terbang meninggalkan istrinya dr. Rahmaya Sinta, SpA dan anak semata wayangnya. “Saya siap mengabdi, doakan,” pintanya. sd
Tag :

Berita Terbaru

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tabir misteri di balik berdirinya deretan bangunan ‘mewah’ di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Ja…

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pabrikan mobil asal Jepang belum sepenuhnya menggantikan manusia dengan robot untuk merakit kendaraan. Wakil Presiden Direktur PT Toyota…

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) siap mendukung rencana audit forensik tata kelola Keuangan Haji. BPKH juga akan menyediakan data dan…

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Honda meluncurkan skuter matic edisi khusus yang bisa bikin penggemar Gundam ngiler. Honda NS125FX Freedom Gundam Limited Edition resmi…

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Sejumlah penjual di TikTok Shop mengadukan persoalan saldo tidak dapat dicairkan hingga menjadi Rp 0 ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR…

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) menyampaikan alasan di balik kebijakan pembatasan pembelian dolar Amerika Serikat (AS). Penetapan batas transaksi…