Mahasiswa IPB ini Tebar Karya Melalui Tulisan Ilmiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Bogor - Menjadi Duta Institut sebagai contoh dan perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mempromosikan IPB ke berbagai sekolah maupun instansi tentu bukanlah hal yang gampang. Untuk menjadi Duta Institut biasanya dipilih mahasiswa yang berprestasi dan berperilaku baik. Bagas Aji Prabowo, Duta Institut dari Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, IPB mengatakan, menjadi Duta Institut dituntut untuk bisa menjelaskan tentang IPB ke berbagai stakeholder dan para calon mahasiswa IPB. “Kita menjelaskan juga tentang berita-berita populer terkait IPB sebagai duta dan memberikan contoh perilaku dan sebagainya,” ujar Bagas Jumat (3/11). Pria asal Banyumas ini menceritakan pengalaman dan hobinya yang suka membuat karya tulis ilmiah. “Saat SMA belum ada basic sama sekali. Di IPB Alhamdulillah saya belajar banyak terutama saat saya aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Forcess sebagai Ketua Divisi Human Resource Development (HRD) yaitu organisasi yang bergerak dalam bidang tulisan keilmiahan. Sejak itu saya mulai ikut lomba-lomba nasional dan internasional. Insya Allah tanggal 23 November ini, saya akan ikut lomba paper di Taiwan yang diadakan oleh Pingtung University,” jelas mahasiswa berkacamata ini. Dalam lombanya tersebut ia mengangkat tema hutan rakyat. Ia mencoba untuk memberikan sentuhan modern pada industri hutan rakyat. “Saya buat mobile application, petani hutan rakyat dapat mengakses bibit dengan mudah, kemudian bakal ada semacam konsultasi dalam pemeliharaan hutan, juga ada panduan-panduan dan kolom konsultasi dengan ahlinya, dan terakhir adalah proses pemanenan. Kalau sekarang trennya itu panen tebang butuh tapi kalau saya ingin potensinya bisa dioptimalkan dan penjualannya juga langsung terhubung dengan pasar. Jadi pasar bisa langsung masuk dan mengakses kebutuhan kayu dan pihak petani bisa langsung bertemu,” ungkap Bagas. Dalam perjuangannya ia sudah beberapa kali meraih prestasi dalam bidang karya tulis ilmiah. Di Riau ia pernah mendapat juara kedua. Idenya tentang absorban agar buah menjadi lebih tahan lama. Kemudian di Bali Bagas kembali meraih juara pertama dengan ide tentang pengelolaan bisnis gula aren. Di UGM tahun lalu juga meraih juara pertama dengan ide tentang pengelolaan air resirkulasi pada cucian mobil sehingga limbahnya diolah dan airnya dapat digunakan kembali. “Di Unair tahun lalu saya juga dapat juara tentang kandang kucing yang memiliki penghangat, dan terakhir saya ikut lomba ide bisnis di Singapura,” tuturnya. Pria yang bermimpi melanjutkan S2 di luar negeri ini menyampaikan pesannya, agar tetap berusaha dalam meraih mimpi dan terus belajar. “Insya Allah saya ingin lanjut S2. Kalau tidak di Gottingen, pilihannya di Hokkaido. Bila kita ada kemauan, meskipun dari nol mulai saja belajar. Sebab, kita tidak bisa buat sesuatu langsung berhasil,” ujarnya. Ia menyebutkan, karya tulisnya juga tidak semulus itu. “Awalnya juga saya coba apply tapi gagal dan dari situ saya belajar. Saya mengajak para mahasiswa mengejar mimpinya dimulai dari nol dan terus mencoba. Saya bersyukur dukungan dari IPB sejauh ini sangat baik. Lomba ke manapun didukung penuh baik IPB, fakultas maupun departemen. Jadi jangan takut karena pasti dapat dukungan,” urainya. (FF/REP)
Tag :

Berita Terbaru

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mad…

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com,Blitar - Kebakaran terjadi lagi, kali ini  rumah milik Alm. Bapak Abdul Rochim yang dihuni oleh anak cucunya di Jalan Semeru Kota Blitar yang …

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mencegah peredaran minuman beralkohol (mihol) secara ilegal sekaligus membatasi akses anak-anak dan remaja terhadap minuman…

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sepanjang Januari hingga September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mendisiplinkan dengan memberikan sanksi kepada…