Karyawan Sampoerna Positif Corona, Warga Was-Was

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Setelah Dua Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Meninggal Diduga Terkena Virus Covid-19 SURABAYA PAGI, Surabaya - Atas meninggalnya dua karyawan PT HM Sampoerna yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), warga sekitar area PT HM Sampoerna, di daerah Rungkut Kidul, mulai gelisah. Pasalnya, banyak karyawan HM Sampoerna yang indekost di daerah tersebut. Tim wartawan Surabaya Pagi menjumpai warga sekitar pabrik Jumat (1/5/2020), rata-rata merasa was-was atas kejadian yang menimpa beberapa karyawan perusahaan tersebut. Hendro, misalnya, kaget saat mendengar beberapa karyawan PT HM Sampoerna tertular virus Covid-19. "Jujur saya kaget saat mendengar beberapa karyawan perusahaan sebelah tertular, soalnya teman satu tempat kost saya ada yang kerja disitu," terang Hendro, warga setempat. Karyawan Sampoerna Ngekos Hendro pun berharap, seluruh karyawan Sampoerna segera dikarantina. Dan jangan ada yang berada di lingkungan warga lagi. “Banyak juga khan karyawan yang ngekost di sekitar kita. Tolong perusahaan jangan biarkan karyawannya berkeliaran di tempat kos-kosan. Malah nanti meresahkan warga kita,” tambahnya. Sama halnya dengan Hendro. Rudi, warga Rungkut Kidul gang 5, mengatakan alasan kenapa dirinya memilih diam di rumah dan membatasi melakukan kegiatan di luar. Dikarenakan banyak karyawan HM Sampoerna ngekost di kampungnya. "Saya memilih di rumah karena saya takut mas, banyak karyawan Sampoerna yang kost sekitar sini," ujar Rudi, Jumat (1/5/2020) kemarin. Hal yang serupa juga di lontarkan oleh Dizah, pemilik rumah kost di daerah Rungkut kidul 5/69 Surabaya. Ia memilih diam di rumah setelah pulang dari bekerja. Ia pun menceritakan bahwa usaha rumah kosnya ada dua orang penghuni yang yang bekerja di PT HM Sampoerna. "Penghuni kost saya yang di lantai dua ada yang bekerja di Sampoerna, mereka sudah berkeluarga dan satunya sudah pulang kampung sebelum adanya kabar Covid di Sampoerna. Namun untuk antisipasi setiap seminggu sekali ada penyemprotan dan pengecekan suhu tubuh dari RT setempat," terang Dizah, ditemui Surabaya Pagi, dirumahnya, Jumat sore kemarin. Ketakutan warga sekitar juga turut di rasakan oleh Tamara, ia mengaku bila dirinya juga was-was pasalnya ia sering berpapasan dengan para pegawai PT HM Sampoerna bila keluar rumah. "Saya was-was, karena setiap hari papasan sama pegawainya. Mereka banyak yang lewat sini, ya walaupun gak bersentuhan kan takut kalo virusnya nyebar lewat udara" terangnya kepada Tim Surabaya Pagi. Rapid Test 500 Karyawan Namun, setelah kasus dua orang PT HM Sampoerna meninggal dunia positif Covid-19, Pemprov Jatim pun langsung gerak cepat. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim dr. Kohar Hari Santoso, langsung melakukan rapid test terhadap 500 orang karyawan HM Sampoerna. "Dari 500 orang yang telah di rapid test, hasilnya 98 orang reaktif. Ada 91 orang yang ditempatkan di ruang isolasi, dan 7 orang rawat inap. Sekarang 100 orang ditest swab. Tunggu saja hasilnya," ujar Kohar yang dihubungi pada hari Jumat (1/5/2020). Kohar mengatakan bahwa upaya tracing sudah dilakukan sejak 21 April oleh pihaknya dan perusahaan. Dirinya juga menjelaskan sudah ada evaluasi yang dilakukan pada ring 1, atau orang yang berdekatan atau kontak erat dengan kasus tersebut. Dalam Kompleks Kos Saat disinggung mengenai sumber penyebaran, dr Kohar mengaku bahwa pihaknya masih mendalami lebih lanjut. "Kami masih mendalami lebih lanjut tentang sumber penularannya," katanya. Kohar juga menambahkan untuk karyawan yang diliburkan tinggal terlokalisir dalam satu kompleks kos. Sehingga relatif merupakan area tempat tinggal para karyawan PT HM Sampoerna sendiri dan tidak bercampur dengan warga. **foto** "Para karyawan pabrik relatif terkumpul atau tinggal di tempat kos sehingga ya relatif isinya teman-teman pekerja ini sendiri. Saya nggak tahu detail tempat kosnya tapi areanya relatif terlokalisir," tambah Kohar. Bukan Cluster Lama Terpisah, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, saat ditemui Surabaya Pagi dan sejumlah media, Kamis (30/4/2020) setelah melakukan kerja bakti di SDN Ketabang I /288 Surabaya menjelaskan bila temuan kasus positif bukanlah klaster baru. "Tapi sebenernya dia bukan cluster baru, jadi yang di awal itu kan puskesmas nanganin sendiri. Jadi pengawasannya kurang. Tapi sebetulnya udah PDP dan kerja jadi tidak ada pengawasan, seharusnya kalo PDP kan gak boleh, sudah positif dia tapi kerja. mangkamya pengawasan sekarang kita libatkan TNI / Polri, kalo yang kemaren kan di jaga puskesmas sendiri," terang Risma. Untuk penanganan selanjutnya, ia menuturkan bila mengisolasi karyawan di hotel yang sudah di gandeng oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan biaya di tanggung oleh pihak PT HM Sampoerna, Tbk. "Kita masukkan hotel, kan belum tentu karena man dia baru rapid test dan belum swab. Jadi mangkanya kita masukan dulu dia di hotel, semua biaya di tanggung Sampoerna" ujarnya. Risma Kebingungan Disinggung soal kebijakan, ia melanjutkan bila pihaknya sedang menyiapkan protokol dan menjelaskan bila pihak PT HM Sampoerna, Tbk. telah mematuhi dengan melakukan social distancing. Namun, Risma sendiri masih belum membeberkan detail, terkait pengawasan dengan memuat protokol yang tengah disiapkan. Ia pun kebingungan saat ditanya sejumlah wartawan. "Sek… Sek…Inisekkita buat protokol untuk perusahaan karena itupun 14 hari. Saya juga berpikir dia mau makan apa kalau kita terlalustraight. Makane aku sek bingung. Kita lihat nanti, kalau misalnya protokolnya udah jelas itu nggak perlu kita takut mungkin kemarin sosialisasinya ke pekerja kurang. Ini protokol sedang dibuat dan mereka harus sosialisasikan sampai orang paling bawah," lanjut Risma. Sementara, Manager External Comunication HM Sampoerna, Nazrya Octora kepada Surabaya Pagi melalui sambungan telepon Jumat (1/5/2020), menjelaskan bila untuk saat ini pihaknya sedang fokus pada protokol kesehatan dan melakukan penghentian sementara yang bertujuan untuk pembersihan dan sanitasi menyeluruh di area pabrik. "Kalau sekarang kita fokus di protokol kesehatan. Untuk yang diliburkan itu sebelumnya bukan libursih, tapi penghentian sementara yang bertujuan untuk pembersihan dan sanitasi yang menyeluruh. Nah kalau untuk jaminan Pemerintah Kota langsung saja bertanya ke Pemerintah Kota nya karena semua sudah ada dalam statment tertulis dari pihak kami" terangnya. Karyawan Sampoerna “Ketakutan” Sementara, saat tim wartawan Surabaya Pagi, mencoba mewawancarai tiga orang karyawan PT HM Sampoerna, yang keluar dari perusahaan tersebut, semuanya kompak enggan menjawab perkembangan kasus Covid-19 di lingkungan HM Sampoerna. Bahkan, ada seorang pegawai wanita yang sempat ditemui paling akhir, Jumat (1/5/2020), awalnya bersedia mendengarkan pertanyaan Surabaya Pagi. Namun ketika topik pertanyaan soal penanganan dan nasib para karyawan HM Sampoerna setelah dua karyawannya meninggal akibat Covid-19. Pegawai wanita itu buru-buru meninggalkan. “Wah kalau itu maaf, mbak. Saya gak berani. Biar kantor saja,” jawab wanita itu. Terpisah, salah satu pegawai PT HM Sampoerna cabang Kali Rungkut menerangkan bila dirinya juga salah satu pegawai yang dirumahkan, pasalnya pabrik tersebut menerapkan kebijakan bekerja dari rumah sejak 16 Maret 2020 kepada pegawai yang berusia 50 tahun. "Saya di cabang Kali Rungkut mba, jadi tidak tau menahu soalnya yang cabang satunya, semoga tetap aman. Tapi saya juga ikut diliburkan, karena memang ada peraturan bila pegawai yang berusia diatas 50 tahun bekerja dari rumah. Untungnya gaji masih aman, masih diberikan sama pabrik," pungkasnya kepada Tim Surabaya Pagi. ntyn/pat/adt/byt/rmc
Tag :

Berita Terbaru

Perkara Dugaan Perampasan Aset Berkedok Cessie di Sidoarjo, Disorot Bawas MA dan KY

Perkara Dugaan Perampasan Aset Berkedok Cessie di Sidoarjo, Disorot Bawas MA dan KY

Sabtu, 07 Nov 2026 17:30 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:30 WIB

SURABAYA PAGI, ​Sidoarjo — Sengketa hukum terkait dugaan perampasan aset (asset grabbing) properti Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 3179 di Desa Sidokare, Sido…

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…