Karena Kembang Api, Jemari Pria di Pasuruan Hancur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polisi saat menjenguk Darsan usai mendapat perawatan akibat ledakan petasan.
Polisi saat menjenguk Darsan usai mendapat perawatan akibat ledakan petasan.

i

SURABAYA PAGI, Pasuruan – Berhati-hatilah saat memainkan petasan jenis kembang api, jika tidak ingin merasakan apa yang dirasakan Darsan (38).

Seorang pria yang merupakan perangkat Desa Kapasan, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan harus merelakan jemari tangannya yang meledak akibat ledakan petasan.

Darsan diduga lalai dan salah memegang saat menyulut petasan jenis kembang api.

Menurut keterangan yang dihimpun dari kepolisian, peristiwa terjadi Jumat (5/6) pukul 22.00 WIB. Darsan saat itu menyalakan kembang api di halaman rumahnya, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling.

Tiba-tiba kembang api meledak dan mengakibatkan tangan kiri serta punggung korban mengalami luka. Jemarinya robek terbuka dan kelingkingnya patah.

Korban spontan berteriak meminta tolong. Sejumlah warga keluar dari rumah dan langsung membawanya ke RSUD Grati. Petugas dari Polsek Nguling datang untuk mengamankan dan olah TKP.

Setelah mendapat perawatan, korban kemudian dibawa pulang. 

"Dari hasil keterangan korban dan saksi, ada unsur kelalaian dari korban saat menyalakan kembang api. Korban memegang kembang api dan tidak meletakkannya di suatu tempat yang aman," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander saat mendatangi rumah mertua korban, Sabtu (6/6/2020).

Kapolres datang memberikan bantuan sejumlah uang untuk biaya pengobatan. Ia meminta jajarannya agar mengantisipasi penjualan kembang api dan petasan di wilayahnya.

Tag :

Berita Terbaru

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Harti, ibu kandung Dini Hardiyanti (30) meminta tersangka Dwi Bagus dihukum seberat-beratnya, bahkan ia menuntut hukuman mati. Harti …

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra…

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan format laporan keuangan digital guna memudahkan pengurus BUMDes di D…

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…