Ponpes Segoro Agung Gandeng Disperta Wujudkan Ketahanan Pangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat panen raya di Ponpes Segoro Agung Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.SP/BJ
Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat panen raya di Ponpes Segoro Agung Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.SP/BJ

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Panen raya dalam rangka menyukseskan program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional dilaksanakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Segoro Agung Trowulan bekerjasama dengan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto. Panen raya tersebut mengambil tema ‘Bangkitkan Kembali Kekuatan Agraris Bumi Majapahit’.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, Kerajaan Majapahit pada zaman dahulu telah dikenal memiliki sistem pertanian yang maju. Sangat masuk akal jika semua ilmu pertanian leluhur yang diajarkan, akhirnya diwariskan sebagai sebuah budaya dan kearifan lokal untuk mewujudkan ketahanan pangan. Sehingga, Kabupaten Mojokerto setiap tahun mampu mencapai surplus hingga 78 ribu ton.

“Tiap tahun, kita surplus mencapai 78 ribu ton. Ketahanan pangan semua sudah diprogramkan di Kabupaten Mojokerto. Bahkan, untuk tanaman pendamping seperti jagung dan ketela pohon sekalipun. Majapahit dulu memang dikenal sebagai ahlinya pertanian. Bahkan, ada hari-hari penanggalan untuk memutuskan tepat tidaknya panen,” ungkapnya, Rabu (5/8/2020).

Misalnya, lanjut Bupati, tanaman padi cocok dipanen pada Minggu Pahing. Menurutnya, nenek moyang sangat jeli memprediksi cuaca dan irigasi sehingga dalam panen raya tersebut juga merupakan upaya untuk nguri-uri budaya.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak mengatakan, Jawa Timur sebagai basis agro bisnis dan lumbung padi nasional. Sahat juga memuji jika surplus hasil pangan pertanian di Kabupaten Mojokerto merupakan hal yang sangat positif dan membawa pengaruh yang baik.

“Bu Gubernur Jatim dan seluruh stakeholder mendukung penuh upaya mewujudkan ketahanan pangan Jatim. Surplus tadi, menandakan apa yang diprogramkan pemerintah pusat maupun provinsi, terbukti linier dengan daerah. Kontribusi Kabupaten Mojokerto sangar besar,” ujarnya.

Inisiasi panen raya di Ponpes Segoro Agung, lanjut politisi Partai Golkar ini, memberi pelajaran bahwa setiap jengkal tanah dapat bermanfaat bagi ketahanan pangan.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Sarmuji sepakat jika panen raya tersebut merupakan ikhtiar mewujudkan ketahanan pangan dengan tetap mempertahankan kultur budaya. “Saya memaknai panen ini sebagai upaya membangkitkan kejayaan Majapahit di bidang pertanian. Tanah kita tanah Lohjinawi, sangat subur, ditanami apa saja tumbuh,” tuturnya.

Menurutnya, logistik sesuatu yang sangat strategis. Meski beras bisa saja diimport tapi ketahanan pangan sangat penting. Kedaulatan pangan sangat utama. Dengan begitu, petani juga bisa sejahtera.

Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan panen raya, didahului dengan penyerahan tali asih berupa sembako pada masyarakat yang hadir. Dalam panen raya tersebut juga dihadiri Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, didampingi Pimpinan Ponpes Segoro KH Agung Bimo Agus Sunarno.cit2

Berita Terbaru

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

SURABAYAPAGI,  Lumajang- Semboyan “Guru Digugu lan Ditiru” yang memiliki makna bahwa seorang guru harus menjadi sosok yang dipercaya, dihormati, serta menjadi t…

Kurang Waspada, Pemuda 22 Tahun Tewas Terlindas Truk R.10 di Kota Blitar

Kurang Waspada, Pemuda 22 Tahun Tewas Terlindas Truk R.10 di Kota Blitar

Senin, 02 Nov 2026 11:50 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan maut antara Truk R.10 dan pengendara motor di Jalan Kenari Kel. Plosokerep Kec. Sananwetan Kota Blitar pada Minggu 1…

Seragam Gratis Mulai Terdistribusi, Dindik Kota Madiun Siapkan Evaluasi Untuk Tahun Depan

Seragam Gratis Mulai Terdistribusi, Dindik Kota Madiun Siapkan Evaluasi Untuk Tahun Depan

Senin, 02 Nov 2026 11:47 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Keterlambatan distribusi bantuan kain seragam sekolah gratis tahun ini menjadi evaluasi Dinas Pendidikan Kota Madiun. Agar tidak…

Benahi Tata Kelola CSR, Pemkab Bojonegoro Siapkan Skema Penyempurnaan Perda TSP

Benahi Tata Kelola CSR, Pemkab Bojonegoro Siapkan Skema Penyempurnaan Perda TSP

Senin, 02 Nov 2026 11:39 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya dalam mendorong pembenahan tata kelola Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility…

Warga Lumajang Was-was, Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Lahar Semeru

Warga Lumajang Was-was, Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Lahar Semeru

Senin, 02 Nov 2026 11:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Derasnya aliran air bercampur material vulkanik dari lahar hujan Gunung Semeru menerjang tanggul Sungai Glidik di wilayah…

Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok, Pemkab Lumajang Siapkan Program Prioritas 2027

Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok, Pemkab Lumajang Siapkan Program Prioritas 2027

Senin, 02 Nov 2026 11:26 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Guna menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, ketersediaan pasokan, dan daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…