Pemprov Harus Prioritaskan Vaksin untuk Kyai dan Ustadz di Pesantren

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammad Bin Muafi Zaini Anggota DPRD Jawa Timur
Muhammad Bin Muafi Zaini Anggota DPRD Jawa Timur

i

SURABAYA - Program vaksinasi yang telah berjalan di sejumlah daerah di Indonesia diharapkan lebih diperluas dan tepat sasaran. Khususnya kepada pihak-pihak yang rentan tertular Covid-19 di seluruh lini kehidupan.


Muhammad Bin Muafi Zaini, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur mengatakan, program vaksinasi di Jawa Timur sudah masuk di tahap dua. Tapi ternyata belum semua di dapat untuk para tokoh masyarakat. "Kami harap ada prioritas vaksin untuk kyai dan ustad pesantren," pinta politisi muda yang akrab disapa Gus Mamak ini, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, Kyai dan ustad adalah orang yang cukup sering bersinggungan langsung masyarakat. Baik itu ketika mengisi pengajian, Majelis Taklim, mengajar ngaji maupun ketika menerima tamu. "Mereka seharusnya masuk kategori high risk karena kuantitas pertemuan dengan berbagai kalangan," terang pria asli Sampang Madura ini.

Gus Mamak bukan bermaksud memberikan ruang yang bebas untuk para kyai dan ustadz itu melakukan kerumunan. Tapi yang terjadi di masyarakat, meskipun sudah menerapkan jaga jarak, tapi bukan berarti ada jaminan aman bagi para kyai dan ustadz tidak tertular Covid. "Justru kalau Kyai dan Ustadz sudah di vaksin, maka bisa sebagai influencer bagi simpatisan nya. Mengingat sudah ratusan Kyai yang meninggal karena covid," sebut Gus Mamak.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim ini meminta kepada Dinas Kesehatan Pemprov Jatim untuk bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk mendata para kyai dan ustadz seluruh daerah di Jawa Timur. "Gubernur, Bupati Walikota beserta jajarannya di bawah kami harap memprioritaskan para kyai dan ustadz, sebagai prioritas penerima vaksin selain tenaga kesehatan dan pejabat," pungkas Pengasuh Ponpes Nazhatut Thullab Sampang ini.  rko

Tag :

Berita Terbaru

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Transisi hijau di Asia Tenggara dapat semakin berkembang ketika pilihan yang lebih ramah lingkungan juga menjadi lebih nyaman, mudah di…

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat udara atau avtur sebanyak 295.263 barel…

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan terhadap ekosistem…

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 11…

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Yunianto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan…

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Dugaan penganiayaan terhadap Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), KH M. Munir Thowil, dilaporkan ke Subdenpom V/2-3 Lamongan. Laporan i…