Dukung Sleep Buddy Sulap Limbah Kain Jadi Produk Tekstil Inovatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SurabayaPagi, Surabaya - Produsen home textile Sleep Buddy mendapat dukungan penuh dari market place Tokopedia untuk memasarkan produk inovatif ramah lingkungan dari limbah industri tekstil. 
 
Selama ini limbah industri tekstile menjadi salah satu penyumbang sampah yang cukup tinggi di Indonesia. Limbah yang dimaksud yakni berupa potongan-potongan kain yang tidak  memenuhi standart kualitas atau sisa kain setelah digunakan dalam produksi. 
 
Di Indonesia sendiri tak banyak dari pelaku industri tekstile yang memanfaatkan sisa kain menjadi barang yang berguna dan akhirnya berakhir menjadi limbah yang tentunya akan mencemari lingkungan. 
 
Founder Sleep Buddy Indah Catur Agustin mengatakan, langkah ini merupakan cara untuk mengedukasi konsumen agar lebih peduli lingkungan dengan sebuah terobosan terbaru.
 
Memanfaatkan limbah kain yang tersisa dari proses produksi pembuatan sprei atau selimut, Sleep Buddy membuat alternatif material baru dengan mendaur ulang potongan-potongan kain sisa produksi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk-produk dengan kualitas tinggi dan unik seperti, Cushion, Table Runner dan Throw Blanket yang semuanya berbahan dari sisa kain yang tak terpakai. Langkah ini agar bumi tidak tertumpuk oleh limbah kain setiap harinya. Dan tentunya memberikan kesempatan bagi kain yang tak terpakai agar bermanfaat kembali.
 
Indah menjelaskan, Sleep Buddy saat ini memang tengah concern dengan lingkungan tidak hanya berfokus pada produksi namun juga peduli dengan limbah yang dihasilkan. Berbahan dasar dari potongan-potongan kain dari sisa produksi untuk diolah kembali menjadi produk baru yang tetap berkualitas dan unik. 
 
"Sleep Buddy ingin memberikan kesempatan bagi setiap helai kain untuk dapat memiliki umur yang lebih panjang," ujarnya, Senin (15/11/2021). 
 
Tak hanya itu saja. Indah juga berbagi tips mencuci agar kualitas produk bedding recycle ini tetap terjaga.Antara lain saat proses pencucian tak perlu direndam dan cukup kucek tangan. Hindari penggunaan mesin cuci untuk pengeringan. Bilas sampai bersih langsung jemur agar serat kain tetap awet. 
 
Melalui produk terbaru Sleep Buddy ingin mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan terutama dari limbah kain sisa. Dalam launchingnya Sleep Buddy bekerjasama dengan marketplace Tokopedia yang secara eksklusif menjual produk-produk edisi special berbahan kain daur ulang di antaranya , Cushion, Throw Blanket dan Table Runner yang hanya hadir di Tokopedia dan tidak ada di market place lain.
 
Sleep Buddy juga menggandeng penyanyi Andien sebagai brand ambassador yang juga dinilai sebagai sosok yang peduli terhadap lingkungan. Kecintaan Andien terhadap bumi Indonesia sama besarnya dengan keinginan Sleep Buddy yang ingin mengajak masyarakat sama-sama mengembalikan rasa kasih sayang terhadap alam yang senantiasa menemani kita dengan segala kekayaan terbaiknya.
 
Andien mengaku jatuh hati dengan throw blanket Sleep Buddy. Selimut ini merupakan produk spesial karena bahan tenun dan pengerjaan secara manual dengan harga ramah di kantong hanya Rp 360.000 saja.
 
Sleep Buddy 3
 
Pemilik Yayasan Setali Indonesia yang bergerak dalam bidang fashion sustainability tersebut sangat antusias saat mengetahui Sleep Buddy mengeluarkan produk recycle. 
 
"Begitu ada campaign ini aku seneng 100 persen," katanya. 
 
Pada kesempatan tersebut, Andien juga mengajak publik agar menggunakan produk terutama bedding sheet yang ramah lingkungan. 
 
Poppy Soraya, Category Development Lead Tokopedia menambahkan, Sleep Buddy merupakan UMKM lokal mitra strategis. Pihaknya siap mendukung pemasaran produk recycle tersebut. (*)
Tag :

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…