Kerajinan Eceng Gondok Banyu Putih Art Mojokerto

Penjualan Tembus Makasar dan Pernah Kewalahan Terima Order Bu Risma

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses produksi membuat anyaman eceng gondok di Banyu Putih Art Mojokerto
Proses produksi membuat anyaman eceng gondok di Banyu Putih Art Mojokerto

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tanaman eceng gondok yang biasa tumbuh liar di sungai ternyata bisa dikreasikan menjadi kerajinan anyaman berbagai rupa.

Salah satu jenis tumbuhan air mengapung ini jika dikeringkan harganya mencapai Rp 11 ribu perkilo dan barangnya juga jadi rebutan.

Demikian diungkap Suliadi (44), pengrajin eceng gondok home industri 'Banyu Putih Art' di Desa Jeruk Seger Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.

Bapak tiga anak ini mengaku mulai kesulitan untuk mendapatkan tanaman bernama ilmiah Eichhornia Crassipes. Dan untuk mendapatkan bahan baku buat kerajinannya, ia harus membelinya di Surabaya.

"Dulu banyak tumbuh liar di sungai brantas Mojokerto, tapi sekarang jarang ada. Kalaupun ada, lompongnya nyusut kalau dikeringkan. Beda dengan eceng gondok Surabaya, lompongnya besar," terangnya.

Suliadi menyebut, untuk satu kilogram eceng gondok kering, ia bisa menjadikannya menjadi satu buah tas anyam cantik seharga Rp 150 ribu. Namun untuk produk tas ini, ia hanya membuatnya saat ada pesanan dan untuk display pameran saja.

"Yang banyak pesanan adalah hampers, kemarin saat puasa ramadhan kita sampai kewalahan. Kalau untuk produk anyaman lainnya semisal keranjang pakaian kotor, sandal, tempat tisu, sprei bantal, topi, alas untuk piring dan gelas serta tas pesanannya landai saja," ujarnya.

Pria bertubuh kurus ini mengatakan, jika ramai, omzetnya bisa mencapai puluhan juta. Dan ia juga merekrut banyak tenaga kerja untuk dipekerjakan di rumahnya atau bisa di bawa pulang.

"Dulu tahun 2015, Bu Risma order 5 ribu biji anyaman eceng gondok. Saya kerjakan selama 6 bulan dengan bantuan 35 penganyam. Kalau sekarang setiap bulan, order sekitar puluhan hingga ratusan saja," jelasnya.

Masih kata Suliadi, sebelum mengerjakan orang, ia terlebih dahulu melatih mereka untuk menganyam. Jika sudah fasih, ia mengizinkan mereka untuk mengerjakan di rumahnya masing-masing.

"Tekhniknya gak susah kok, asal serius belajar sehari saja langsung bisa. Saya dulu juga belajar otodidak saat tour ke Jogja, saya beli tas eceng gondok lalu saya pelajari di hotel eh lha kok hasilnya bagus dan laku dijual," cetusnya.

Saat ini, tas anyaman hasil karyanya sudah melanglang buana di pasar pameran. Karena setiap ada kegiatan pameran yang digelar oleh Disperindag Kabupaten Mojokerto maupun Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, kerajinan anyamannya ini selalu di ikut sertakan.

"Pembeli terjauh dari Makasar, itu laku saat saya titipkan di galeri Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Sejauh ini pembeli terbanyak masih dari Surabaya saja," ungkapnya. Dwi

Tag :

Berita Terbaru

Sah, dr Rizal Octavian Jabat Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mojokerto

Sah, dr Rizal Octavian Jabat Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mojokerto

Senin, 28 Sep 2026 20:31 WIB

Senin, 28 Sep 2026 20:31 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Muhammad Rizal Octavian atau dr Rizal resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra …

Penuhi Tuntutan Demonstran, Pemkab Jember Resmi Balik Arus Lalu Lintas di Jalan Samanhudi

Penuhi Tuntutan Demonstran, Pemkab Jember Resmi Balik Arus Lalu Lintas di Jalan Samanhudi

Senin, 28 Sep 2026 20:09 WIB

Senin, 28 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember resmi mengubah arah arus lalu lintas di kawasan Jalan Samanhudi, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates,…

Bidik Swasti Saba Wistara 2027, Pemkab Ponorogo Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pertajam Data 

Bidik Swasti Saba Wistara 2027, Pemkab Ponorogo Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pertajam Data 

Senin, 28 Sep 2026 19:28 WIB

Senin, 28 Sep 2026 19:28 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Setelah 7 tahun kehilangan predikat Wistara pada penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS). Pemerintah Kabupaten Ponorogo tampaknya mulai…

Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

Senin, 28 Sep 2026 18:04 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjadi salah satu pemerintah daerah yang turut bekerja keras mengawal, dan dianggap berjasa dalam memajukan ekonomi syariah di…

Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya

Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya

Senin, 28 Sep 2026 18:01 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:01 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Isu Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang kembali menjadi perhatian publik mendapat respons dari DPRD Kota Surabaya. Di tengah…

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

Senin, 28 Sep 2026 17:59 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengajak masyarakat lebih selektif dalam…