Kemegahan Masjid Jami' Tegalsari Ponorogo

Gubernur Khofifah: Kental Unsur Budaya Jawa dan Syiar Islam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Khofifah usai salat tarawi di Masjid Jami' Tegalsari, Ponorogo, Senin (3/4/2023) malam dan langsung membagikan sembako kepada jamaah tarawih.
Gubernur Khofifah usai salat tarawi di Masjid Jami' Tegalsari, Ponorogo, Senin (3/4/2023) malam dan langsung membagikan sembako kepada jamaah tarawih.

i

Jelajah masjid legendaris di Jawa Timur sebagai rangkaian Safari Ramadan Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah sampai di Ponorogo. Di Bumi Reog tersebut, Gubernur Khofifah berkesempatan melaksanakan jamaah salat Tarawih di Masjid Jami’ Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Senin (3/4/2023) malam. Bahkan, Khofifah pun berdecak kagum dengan kemegahan Masjid Jami' Tegalsari.

 

SURABAYA, Timotius Devan

 

Masjid Jami’ Tegalsari merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan sekitar abad ke-18 oleh Kyai Ageng Muhammad Besari. Beliau adalah seorang ulama kondang yang menyebarkan agama Islam di Ponorogo dan sekitarnya.

Berdasarkan referensi yang dikutip Surabaya Pagi di website Disbudparpora Ponorogo, sosok Kyai Ageng juga berperan dalam babat Desa Tegalsari dan mendirikan pesantren Gebang Tinatar atau Pesantren Tegalsari.

Sejumlah tokoh seperti Susuhunan Pakubuwono II (Raja Surakarta), Ronggowarsito (pujangga/sastrawan Jawa), Kyai Abdul Manan Dipomenggolo (pendiri Pesantren Tremas Pacitan) pernah menuntut ilmu sebagai santri maupun mendapatkan pengaruh dari Tegalsari. Bahkan H.O.S Tjokroaminoto, serta Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan keturunan dari silsilah Kyai Ageng Muhammad Besari.

Kyai Ageng Muhammad Besari memiliki silsilah keturunan dari Majapahit dan dari Nabi Muhammad SAW. Dimana keturunan Majapahit berasal dari ayahnya,yakni Ki Ageng Anom Besari atau Ki Ageng Grabahan dari Dusun Kuncen, Caruban Madiun.

Sedangkan keturunan Nabi Muhammad SAW didapat dari ibunya yakni, Nyai Anom Besari atau Nyai Ruqiyah yang nasabnya sampai kepada Rasulullah SAW melalui garis Sayyidati Fatimah Az-Zahra.

 

Unsur Budaya Jawa

Gubernur Khofifah mengatakan, Masjid Jami’ Tegalsari ini sangat khas dengan nuansa spiritual dan kultural.

"Kentalnya unsur budaya Jawa pada masjid ini diperkuat dengan 36 tiang kokoh dari kayu jati tanpa paku. Semua kayu jati tersebut dikuatkan dengan pasak kayu. Jadi jumlah tiang ada artinya, yakni jumlah wali songo yang syiar agama Islam di Pulau Jawa," kata Khofifah, Selasa (4/4/2023).

Tidak hanya itu, kubah masjid terbuat dari tanah liat (sejenis gerabah) yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang.

“Masjid Jami’ Tegalsari ini menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia. Bahkan Masjid ini juga tercatat sebagai bangunan cagar budaya berdasar Undang-undang RI No 5 Tahun 1992. Dari bangunannya kita bisa lihat bahwa nuansa Budaya Jawa sangat kental. Dan ini menjadi salah satu masjid bersejarah di Indonesia,” lanjut Khofifah.

 

Sejarah Dakwah Islam

Unsur kekunoan masjid ini sangat terlihat. Dilansir dari laman warisan budaya kemendikbud, kekunoan arsitektur Masjid Tegalsari di samping dapat dilihat dari konteks dan keletakan, juga dari unsur fisik masjid yang lain. Seperti adanya pagar keliling yang mengitari kompleks masjid.

Pagar keliling ini mempunyai arti memisahkan daerah yang sakral dan propan. Halaman masjid terbagi menjadi tiga yang masing-masing mempunyai arti atau tingkat kesakralan yang berbeda. Bagian yang paling sakral adalah mulai dari serambi hingga ruangan masjidnya

Menurut Khofifah, keberadaan masjid Jami’ ini erat kaitannya dengan sejarah dakwah Islam di masa itu. Dimana Tegalsari memiliki nilai sejarah dan semangat dakwah Islam yang besar. Sosok Kyai Ageng Muhammad Besari juga memiliki peran yang kuat.

“Kiai Besari memberikan ilmu syariat, akidah, tasawuf atau akhlak, hingga kesenian Jawa, khususnya sastra. Beliau  zuriahnya (keturunannya) Subhanallah dari orang yang sholeh dan sholehah. Beliau bisa memberseiringkan bagaimana menjadi ulama dan jadi umarah. Kedalaman keilmuannya luar biasa,” katanya.

Komplek Masjid Tegalsari ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Dalem Gede  merupakan kerajaan kecil yang dulunya merupakan pusat pemerintahan. Kemudian sebuah masjid serta komplek makam Kyai Ageng Muhammad Besari.

 

Ziarah Makam

Usai salat Tarawih, Gubernur Khofifah bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan beberapa Kepala OPD Pemprov Jatim melakukan ziarah ke Makam Kyai Ageng Muhammad Besari yang berlokasi di lingkungan Masjid Jami’ Tegalsari.

Sebagai informasi, Kyai Ageng Muhammad Besari berasal dari Caruban, Madiun, Jawa Timur. Beliau wafat pada tahun 1773. Haulnya, diperingati tiap tahun pada bulan Dzulkaidah tahun Hijriah di Masjid Jami’ Tegalsari, Jetis, Ponorogo.

Makam Kiai Ageng Muhammad Besari ini menjadi salah satu wisata religi yang banyak dikunjungi para peziarah dan santri. Tidak hanya datang dari wilayah Ponorogo saja, tapi juga banyak peziarah yang datang dari luar kota.

 

Bagi-bagi Sembako

Tidak hanya ziarah, Gubernur Khofifah juga bersilaturahmi dengan jama’ah salat Tarawih  dan membagikan beras kemasan 3 kg kepada para jama’ah usai salat Tarawih.

“Sebelum ke sini saya telah ke berbagai masjid legendaris mulai Masjid Jami’ Gresik, Masjid Agung Tuban, dan kemarin ke Masjid Jami’ Panembahan Somala Sumenep juga masjid Sewulan Madiun. Masjid-masjid yang saya datangi sangat indah dan penuh dengan sejarah keislaman dan budaya yang kuat,” katanya. dev/na/rmc

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…