Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Kabupaten Mojokerto Terima Santunan Uang Tunai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko saat menghadiri santunan anak yatim dan dhuafa di Pendopo Pemkab Mojokerto. Foto: SP/Dwi.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko saat menghadiri santunan anak yatim dan dhuafa di Pendopo Pemkab Mojokerto. Foto: SP/Dwi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak ratusan anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Mojokerto mendapatkan bantuan dari Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri di Pendopo Graha Maja Tama, Kantor Pemkab Mojokerto, Kamis (6/4) sore. Bantuan itu diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat di bulan suci Ramadan 2023.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko dan Ketua Lembaga Yatim Mandiri Mojokerto, Muslihudin.

Mewakili Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Setdakab dalam sambutannya mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi dan berkegiatan dengan para pengurus Yatim Mandiri serta ratusan anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Mojokerto. 

"Semoga acara yang bertujuan mulia ini dapat membawa berkah bagi kita semua," ucapnya.

Sekda menjelaskan, Yayasan Yatim Mandiri adalah lembaga sosial yang menghimpun serta mengatur dana infaq sedekah dan dana sosial. 

"Yayasan ini bertugas memberdayakan dan mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian anak yatim dan dhuafa di Indonesia," terangnya.

Masih kata Sekda, didalam ajaran agama Islam, menyantuni anak yatim mempunyai arti mengemban atau menanggung seluruh tanggung jawab ayah dari anak tersebut. Sehingga dalam memberikan santunan tidak hanya dilakukan sekali tapi harus menjadi rutinitas hingga mereka menjadi dewasa dan mandiri.

"Pemberian santunan dapat berupa pembelian dan pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya," cetusnya.

Sedangkan bantuan secara psikis anak yatim, lanjut Sekda, juga memberi hak yang sama untuk disayangi diberi kasih sayang dan digantikan peran orang tua atau ayah dan ibunya

"Anak-anak yatim ini tidak hanya kehilangan sosok seorang Ayah atau Ibu, banyak di antara mereka yang hidup kekurangan sehingga membutuhkan uluran tangan kita.

Oleh karenanya, ujar Sekda, memberikan sumbangan kepada anak yatim piatu menjadi salah satu tindakan yang sangat mulia dan ini dianjurkan oleh agama.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan Yatim Mandiri serta berbagai pihak yang turut membantu suksesnya acara sore hari ini," pungkasnya.

Sementara itu, Muslihudin, Ketua Yayasan Yatim Mandiri mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga silaturahmi antar masyarakat Kabupaten Mojokerto dengan semua pihak, terutama anak kurang mampu.

“Kegiatan ini harus terus kita tularkan kepada umat Islam dan masyarakat luas. Alhamdulillah dengan kolaborasi serta tambahan dari para donatur dan beberapa sponsor, kami bisa menambah jumlah Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa,” katanya.

Muslihudin menambahkan, dalam kegiatan ini banyak pihak yang ikut membantu program filantrofi dalam memerangi kemiskinan. Terlebih, kegiatan berbagi kasih di bulan Ramadhan.

“Kegiatan santunan ini diberikan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa berupa santunan dana tunai,” ungkapnya.

Ia menyebut, bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam, khususnya Yayasan Yatim Mandiri untuk mengasah kepekaan dan meningkatkan kepedulian sosial kepada mereka yang membutuhkan.

"Ada 150 anak yatim dan dhuafa yang mendapat santunan. Semoga bantuan yang tak seberapa ini bisa memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Mojokerto khususnya anak-anak yatim dan dhuafa," ungkapnya. 

Ia juga berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan duafa di Kabupaten Mojokerto. 

"Semoga apa yang telah diberikan saat ini dapat membantu dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dhuafa," harapnya. dwi/adv

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …