Dirikan Pabrik Pertamanya di Indonesia, PT OMI Serap 50 Tenaga Kerja Lokal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Pasuruan - PT Onduline Manufaktur Indonesia (OMI) makin melebarkan sayapnya dalam bisnis manufaktur, hal ini diwujudkan dengan didirikan pabrik pertamanya di Indonesia. 

Berlokasi di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Pasuruan, Jawa Timur, PT Onduline bertekad membantu pemerintah dalam pembangunan insfrastruktur.

Onduline Group memantapkan langkah ekspansi bisnisnya ke Indonesia, yang menjadi salah satu pasar penting dalam strategi global perusahaan, dengan mendirikan pabrik yang memproduksi atap bitumen di bawah bendera PT OMI.

PT OMI juga mengajak pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Plh Bupati Pasuruan, Jawa Timur, Abdul Mujib Imron bersama jajaran dari Sucofindo dan manajemen Onduline Group meresmikan pemancangan pondasi pertama Pabrik Onduline yang kedua dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan memiliki mesin warna yang lebih lengkap. 

Nantinya dalam proses produksinya, PT OMI akan dilengkapi dengan empat line produksi. Mulai impregnasi, pengecatan, pemotongan, dan pengemasan. 

Asia Pacific Director Onduline, Olivier Guilluy menerangkan, pendirian pabrik di Indonesia merupakan salah satu upaya membantu pemerintah. Salah satunya yakni dengan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negri (TKDN) termasuk di sektor bahan bangunan.

“Kami mendukung penuh pemerintah dalam meningkatkan TKDN sebesar 50 persen bagi pemerintah. Motivasi kami untuk memenuhi kebutuhan atap rumah terutama untuk lingkup domestik di Indonesia,” kata Olivier Guilluy, Senin (3/7/2023). 

Dengan berdirinya pabrik pertama di Indonesia, PT OMI berencana menyerap kurang lebih 50 tenaga kerja lokal pertamanya.

Dalam melakukan produksi PT OMI akan menyediakan sistem automasi untuk mengoprasikan mesin dan alat laboratorium yang sudah sesuai standart. Selain itu, PT OMI akan menggunakan material ramah lingkungan dan kesehatan bagi manusia.

“Kami menghadirkan teknologi terbaik, pemanfaatan sumber daya lokal, serta proses produksi yang ramah lingkungan. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, PT OMI menargetkan agar pabrik ini dapat beroperasi pada kuarta III 2024,” kata Direktur PT Onduline Manufaktur Indonesia, Rama Krishnan. 

Pada awal produksinya PT OMI akan memprodukau dengan target kapasitas 2,52 juta meter persegi. Rencananya pabrikan akan memproduksi atap lembaran bitumen bergelombang merek Onduline Classic, Onduvilla, Onduline Tile, Duro 235 dan Onducasa.

Produk atap bitumen bergelombang yang ramah lingkungan dari serat selulosa, organik, resin dan mineral yang menghasilkan produk atap bitumen. Produk atap ini memiliki sifat ringan, ramah lingkungan, tidak memiliki kandungan metal dan asbes, memiliki perlindungan akustik yang baik, tidak mengandung karat dan korosi, ringan dan fleksibel, sehinga cocok untuk daerah pesisir dan daerah rawan gempa. 

“Melihat potensi pasar Indonesia yang terus berkembang, Onduline berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia di segala segmen, baik itu pemerintah, private, ataupun retail. Dengan adanya teknologi terbaik ada pabrik Onduline di Indonesia, kami juga optimis dapat terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus dinamis,” jelas Director PT Onduline Indonesia, Esther Pane. 

Plh Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron menaruh perhatian khusus untuk pelaku industri di daerahnya agar melakukan sertifikasi TKDN terhadap produk-produk yang dihasilkan. Menurutnya, pemerintah mempunyai peran penting dalam memacu penyerapan produk lokal, dengan berbagai program dan kebijakan yang dilaksanakan. 

“Kami mendukung dengan serius untuk mendorong para pelaku industri di Jawa Timur khususnya wilayah Pasuruan agar menaikkan tingkat komponen dalam negeri dalam setiap proses produksi mereka,” ujar Gus Mujib. Byb

Tag :

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…