Yamaha YZF-R3 dan MT-03 Gagal Bertahan di Pasar India, Diam-diam Disetop

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yamaha YZF-R3. SP/ JKT
Yamaha YZF-R3. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sejumlah dealer Yamaha di berbagai wilayah India mengonfirmasi bahwa Yamaha YZF-R3 dan MT-03 sudah tidak lagi tersedia dan menandai berakhirnya kiprah dua model kelas menengah itu di pasar setempat untuk sementara waktu. Kedua model tersebut diam-diam dihentikan (disetop) di Pasar India.

Sepanjang masa pemasarannya, volume penjualan kedua motor ini tercatat rendah. Saat diluncurkan, dengan dibanderol untuk model R3 di harga 4,65 lakh rupee (Rp85,3 juta) dan MT-03 4,60 lakh rupee (Rp84,4 juta), Selasa (16/12/2025).

Padahal awal tahun, Yamaha sempat memangkas harga cukup agresif hingga 1,10 lakh rupee, lalu disusul pemangkasan tambahan 20.000 rupee setelah revisi GST. Meski demikian, langkah tersebut belum mampu mendongkrak minat pasar secara signifikan. Dan dengan penghentian ini, lini performa Yamaha di India kini tersisa R15, MT-15, serta XSR 155 yang baru diluncurkan di segmen entry level. 

Meski demikian, Yamaha disebut-sebut bakal menyiapkan generasi terbaru R3 dan MT-03 yang diperkirakan meluncur kembali di India sekitar pertengahan 2026, dengan pembaruan desain dan fitur.

Soal spesifikasi, Yamaha YZF-R3 fairing full sport dibekali mesin dua silinder paralel berkapasitas 321 cc, berpendingin cairan, dengan konfigurasi DOHC. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 42 PS dan torsi 29,5 Nm, disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan yang dilengkapi assist and slipper clutch.

Dari sisi rangka, R3 menggunakan diamond frame dengan suspensi depan upside down dan suspensi belakang monoshock. Sistem pengereman mengandalkan cakram di kedua roda yang sudah dilengkapi ABS dual-channel.

Sementara itu, Yamaha MT-03 menggunakan basis mesin yang sama dengan R3. Perbedaan utama terletak pada konsep naked bike yang diusung MT-03. Motor ini hadir dengan setang lebih tinggi dan posisi duduk lebih tegak. jk-04/dsy

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…

Kini, Banyak Calon Manajer Kopdes Bertanya Kepastian Kerjanya

Kini, Banyak Calon Manajer Kopdes Bertanya Kepastian Kerjanya

Jumat, 25 Sep 2026 08:19 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Belakangan ini banyak sekali calon manajer Koperasi Desa dan Kampung Nelayan yang bertanya-tanya soal kepastian kerjanya. Sebagian besar…