Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Peternak telur ayam di Kabupaten Probolinggo. SP/ PRB
Ilustrasi. Peternak telur ayam di Kabupaten Probolinggo. SP/ PRB

i

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Selama 2 bulan terakhir, peternak ayam petelur di Kabupaten Probolinggo mengaku resah akibat anjloknya harga telur ayam hingga berimbas pada sejumlah pekerja di peternakan yang dirumahkan. Pasalnya, saat ini harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram, sementara harga pakan ternak terus naik.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Shulton Famimudin (31), peternak ayam petelur asal Dusun Krajan, Desa Leces, Kabupaten Probolinggo, aktivitas di peternakannya tidak lagi sesibuk beberapa bulan sebelumnya. Di tengah kondisi ini Shulton terpaksa merumahkan 4 dari 9 pekerja yang selama ini telah membantu operasional peternakannya.

Selain harga jual telur yang rendah, biaya produksi juga semakin tinggi karena kenaikan harga pakan konsentrat yang sebagian bahan bakunya masih bergantung pada impor. Sebagai langkah antisipasi lainnya, dirinya mulai memilih mengurangi populasi ayam karena tidak berani mengambil risiko membeli bibit baru di tengah mahalnya harga pakan dan rendahnya harga telur.

Dari 6.000 ekor ayam yang dimiliki, produksi telur rata-rata mencapai 3 kuintal per hari. Dengan harga jual sekitar Rp22.000 per kilogram, pendapatan kotor yang diperoleh hanya sekitar Rp6 juta sementara biaya produksi yang meliputi pakan, listrik, dan tenaga kerja mencapai sekitar Rp5 juta.

Lebih lanjut, Shulton menyebut anjloknya harga telur diduga dipicu oleh over populasi ayam petelur di berbagai daerah. Banyak perusahaan besar membangun kandang dengan kapasitas ratusan ribu ekor ayam sehingga pasokan telur melimpah di pasaran. Meski demikian, Shulton mengapresiasi bantuan subsidi jagung dari pemerintah melalui Bulog yang sedikit membantu menekan biaya pakan. 

Pasalnya, jagung yang biasanya dibeli dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram kini bisa diperoleh dengan harga Rp5.450 per kilogram melalui program itu. Para peternak berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk menstabilkan harga telur di tingkat peternak pada kisaran Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram serta menekan harga pakan konsentrat agar usaha peternakan rakyat tetap bertahan. pr-01/dsy

Berita Terbaru

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…