Kematian Kepala Rumah Tangga Mantan Jampidsus Masih Misterius

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan hingga Selasa (28/7) masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui rangkaian peristiwa tersebut sekaligus mengungkap penyebab kematian korban.

Penyelidik mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga mengalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga lokasi awal ditemukannya almarhum.

Aparat penegak hukum masih mendalami penyebab tewasnya pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Penyebab kematian Sutrimo masih belum diketahui.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Korban disebut-sebut Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sosok korban.

“Masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Selasa (28/7). Polisi mendalami kematian Sutrimo dengan menyisir rekaman CCTV hingga mencari saksi terkait peristiwa itu. Sutrimo ditemukan tewas pada Kamis (23/7) pekan lalu.

“Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah saat dihubungi.

Iskandarsyah mengatakan pihaknya mengalami kendala, dimana tempat kejadian perkara (TKP) sudah ‘rusak’ karena dilalui banyak orang sejak korban ditemukan. Iskandarsyah belum bisa memerinci siapa pastinya sosok korban. Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa itu.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus kematian pria bernama Sutrimo. Korban yang merupakan warga asli Banyumas, Jawa Tengah, tersebut ditemukan tewas pada Kamis, 23 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih mendalami ihwal kronologi kematian korban. “Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian,” kata Budi dalam keterangannya kepada wartawan, pada Ahad, 26 Juli 2026.

Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa itu. Penyidik juga mendalami data rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya Sutrimo, serta informasi lain yang berkaitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Sutrimo, 42 tahun, diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Pada hari kejadian sekitar pukul 07.30 WIB, almarhum sempat mengeluhkan sakit ke seorang rekannya dan meminta diantar ke rumah sakit terdekat.

Rekannya kemudian membawa Sutrimo ke klinik kecantikan M di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan. Saat berada di klinik, Sutrimo dilaporkan muntah dan mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya. Rekannya kemudian meminta bantuan ambulans. Namun, ketika petugas ambulans tiba, Sutrimo telah meninggal.

Keterkaitan Mantan Pejabat Tinggi

Budi menyatakan, pihaknya juga akan menelusuri keterkaitan korban dengan sejumlah pihak lain, termasuk mantan pejabat tinggi tersebut. “Masih didalami,” ujar Budi.

Pantauan Tempo di lokasi klinik menunjukkan kondisi bangunan yang dalam kondisi tidak lagi beroperasi. Keterangan dari sejumlah warga di sekitar mengatakan klinik itu sudah tutup sejak lama dan tidak berpenghuni.

Salah seorang personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas yang berada di sekitar lokasi mengatakan klinik itu diduga memiliki keterkaitan dengan Febrie Adriansyah. Hanya saja penyidik masih terus mendalami informasi tersebut. njk, pnp

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

  BLOCKCHAIN dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan mata uang kripto bukanlah …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …