Tour de Java Pemutaran Film ROOTS Seratus Tahun Walter Spies di Bali Ditutup di Zumen Art Surabaya 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana berbagi pengalaman dan diskusi setelah menonton pemutaran Film Roots di Zumen Art Studio Surabaya (6/9) yang rata-rata dihadiri kaum Gen Z. Foto dok. Zumen Art Studio Surabaya.
Suasana berbagi pengalaman dan diskusi setelah menonton pemutaran Film Roots di Zumen Art Studio Surabaya (6/9) yang rata-rata dihadiri kaum Gen Z. Foto dok. Zumen Art Studio Surabaya.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya- Lebih dari sepekan pemutaran film Roots Seratus Tahun Walter Spies di Bali dikelilingkan di Jawa Timur sebagai rangkaian program Roots Tour de Java. Kota-kota yang disinggahi diantaranya Banyuwangi, Jember dan Surabaya.  

Film “Roots” karya Michael Schindhelm terbukti telah mencuri perhatian dari berbagai elemen masyarakat Jawa Timur. Pelaku seni, pemerhati budaya, aktivis lingkungan dan pariwisata, serta insan akademisi seni.  

Roots sebagai film dokumenter fiksi yang membuka pembicaraan tentang sosok seniman Walter Spies dan masa lalu Bali hingga kini, mengisahkan banyak hal yang belum terungkap secara sinematik tentang Bali, kebangkitannya menjadi Eldorado pariwisata global, dan upaya gigih masyarakatnya untuk melestarikan identitas budaya mereka di tengah gempuran arus globalisasi. 

Michael Schindhelm dengan pendekatan yang sangat dalam, memotret kembali realita yang terjadi itu.  Melibatkan lebih dari seratus pendukung dari seniman Bali multi genre, benar-benar mampu mengangkat realita yang ingin ditunjukkan pada publik secara luas.  

Ketika film ini diputar keliling Pulau Jawa dan berakhir di Jawa Timur, tentu bukanlah sebuah kebetulan, semuanya direncanakan seperti perjalanan napak tilas walter Spies sebelum ke Bali. Seniman Jerman kelahiran Moscow seperti diketahui pertama kali tiba di Batavia yang kini Jakarta pada tahun 1923. Dari perjalanan itulah Spies kemudian berlanjut dan pernah menyinggahi Bandung, Yogyakarta, Surabaya kemudian menetap di Bali.   

Menurut Yudha Bantono yang tahun lalu sebagai project director pameran ROOTS di Arma Museum Ubud, dan kini diberi mandatori untuk memutar Film Roots di berbagai tempat di Indonesia, maupun luar negeri seperti yang telah dilakukan di Australia Barat, Roots Tour de Java telah menyelesaikan putaran keliling Jawa dan berakhir di Kota Surabaya. 

Yudha yang dikenal sangat aktif berkecimpung dalam jejaring seni dan budaya di kancah internasional, menambahkan bahwa di setiap tempat pemutaran film Roots yang telah disinggahi seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Banyuwangi, Jember dan Surabaya masing-masing memiliki respon yang beraneka ragam, termasuk ketika ditarik sebagai bahan refleksi perkembangan yang terjadi di daerahnya masing-masing. 

Sebelum di Putar di Zumen Art Studio Surabaya, sejak tanggal 29 Agustus sampai 6 Sepetember 2026, film Roots telah mampir di Kota Jember tepatnya di Studio Serakit dan Museum Huruf, untuk Kota Banyuwangi di Gedung sinema Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sedangkan Kota Surabaya di STKW Surabaya.  

Pada sesi penutupan di Zumen Art Studio Purimas Surabaya, menghadirkan penonton rata-rata kaum muda generasi Z, serta kaum dewasa di atasnya. 

Venta founder Zumen Art Studio Surabaya, mengatakan bahwa pemutaran film Roots sangat mendukung program pendidikan seni di lembaganya yang bergerak dalam pengembangan pengetahuan dan ketrampilan melukis dan menggambar bagi anak-anak, remaja dan dewasa dengan latihan konsisten, feedback kelas terarah, dan perkembangan karya yang terlihat. 

“Film Roots saya kira dapat menempatkan peran penting bagaimana sejarah, ingatan, seni, tradisi, budaya, dan perubahan sosial dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap dunia, sehingga dapat menginspirasi kaum muda agar lebih peka terhadap perubahan di sekitar mereka. Lebih penting lagi, penonton tidak hanya sekadar diajak untuk memahami sejarah dan apa yang terjadi di Pulau Bali saat ini, tetapi juga merenungkan lingkungan sosial mereka sendiri. Lebih penting lagi, film ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana untuk merespons perubahan secara positif”, tambah Venta. 

Hal senada juga disampaikan oleh Agus Sukamto akademisi dari STKW Surabaya yang juga menjadi host pemutaran film Roots di STKW Surabaya. Pria yang juga dikenal sebagai pelukis, akrab disapa Agus Koecing ini mengatakan, bahwa film Roots karya Michael Schindhelm mengingatkan dirinya terhadap keberadaan seni tradisi Ludruk di Surabaya.  

“Dahulu Ludruk di Surabaya jumlahnya ada tiga ratusan, namun di era sekarang bisa dihitung dengan jari keberadaannya. Bila menengok film Roots melalui kisah Walter Spies dan perjuangan masyarakat Bali mempertahankan tradisi dan budayanya di tengah gempuran arus global, ini sangat penting bagi kita untuk menengok kembali apa itu akar, lalu akar yang berupa tradisi budaya itu agar tumbuh dan berkembang, kemudian menjadi milik generasi berikutnya untuk mengembangkannya”, tambah Agus.   

Ahmad Pandi pelukis Jember yang menghadiri pemutaran di Serakit Studio Jember menyampaikan kesannya, bahwa film ini sangat penting dan menginspirasi bagi perkembangan ekosistem seni yang berkembang di Kota Jember. Film Roots telah mengajak kaum kreatif yang bergerak dalam bidang seni untuk dapat menggali ulang sejarah Kota Jember sebagai pintu masuk melihat persoalan yang terjadi. Film Roots seperti menarik kita untuk mawas terhadap perkembangan daerahnya, dalam mengkritisi bahkan mengadvokasi setiap perubahan yang mengarah pada degradasi sosial, budaya dan lingkungan. 

Pernyataan serupa juga disampaikan Hasan Basri Ketua Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi. Menurut pemerhati budaya Osing Banyuwangi ini, film Roots sangat bagus dan menginspirasi bagi seniman maupun warga Banyuwangi. Bagaimana kepedulian seniman-seniman asing seperti Walter Spies begitu berjasanya mengembangkan seni budaya bahkan pariwisata Bali. Disamping itu  seperti disampaikan dalam Roots, bahwa semua kebaikan juga ada sisi gelapnya, maka itu sebagai warga Banyuwangi film ini mengingatkan kembali posisi Banyuwangi dengan pariwisatanya yang sangat berkembang saat ini. Banyuwangi diharapkan memiliki blue print bagaimana mengembangkan seni, budaya dan pariwisata secara berkelanjutan dengan baik.  

“Minat masyarakat khususnya penggiat sejarah, seni, budaya dan lingkungan untuk menantikan film ini diputar  kembali di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa sangat tinggi, ke depan sedang dirancang program agar film ini juga bisa dinikmati kembali oleh penonton secara luas”, tambah Yudha di sela-sela akhir penutupan Film Roots 6 Sepetember 2026 yang lalu di Zumen Art Purimas Surabaya.by   

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…