Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027.

Tim asal Kendal tersebut membidik kemenangan saat menghadapi De Red FC di Stadion 10 November Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026).

Target meraih tiga poin menjadi bagian dari ambisi Kendal Tornado FC untuk bersaing dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1 pada musim kompetisi ini.

Meski harus bermain sebagai tim tamu, skuad Kendal Tornado FC memastikan bakal tampil dengan kepercayaan diri penuh.

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, mengatakan timnya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan pembuka tersebut. Namun, ia menyadari De Red FC bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan.

"Kami punya target musim ini bisa naik promosi, pasti besok kami berusaha berjuang untuk bisa ambil poin penuh di kandang lawan, tetapi pertandingan tidak akan mudah bagi kami," kata Stefan saat konferensi pers prapertandingan secara daring, di Surabaya, Jumat.

Untuk mematangkan persiapan, Stefan mengaku telah mempelajari permainan De Red FC melalui sejumlah laga uji coba yang telah dijalani calon lawannya tersebut.

Pemantauan juga dilakukan terhadap komposisi pemain yang direkrut De Red FC untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Menurut dia, pemahaman terhadap karakter lawan menjadi salah satu modal penting sebelum pertandingan berlangsung. Terlebih, Stefan juga sudah mengenal gaya permainan pelatih De Red FC, Aji Santoso.

Stefan menyebut pengalamannya tersebut membuat dirinya memiliki gambaran mengenai pola dan pendekatan permainan yang kemungkinan diterapkan De Red FC dalam pertandingan nanti.

Di sisi lain, laga di Stadion 10 November juga memiliki nilai tersendiri bagi Stefan. Stadion tersebut bukan tempat yang asing baginya karena memiliki keterkaitan dengan perjalanan karier sang ayah, Ruddy William Keltjes.

Stefan mengenal stadion tersebut sejak masih kecil ketika ayahnya melatih tim yang bermain di Stadion 10 November.

Pengalaman tersebut membuat pertandingan kali ini memiliki sisi emosional tersendiri bagi dirinya.

Kendati demikian, status sebagai tim tamu dan bermain di stadion yang menjadi markas lawan tidak ingin dijadikan alasan bagi pemain Kendal Tornado FC untuk kehilangan kepercayaan diri.

Stefan justru menekankan kepada anak asuhnya agar tetap berani tampil di mana pun pertandingan digelar.

Menurutnya, persiapan yang telah dilakukan secara intensif menjadi bekal untuk menghadapi laga perdana.

"Saya bilang sama anak-anak kita mau main di mana pun tidak ada rasa takut, percaya diri karena kita sudah berlatih sangat keras dan kita juga punya kualitas," ujarnya.

Sementara itu, penyerang Kendal Tornado FC, Patrick Cruz, memastikan tim telah menjalani persiapan cukup panjang sebelum memasuki kompetisi resmi.

Pemain asal Brasil tersebut menyebut persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan dengan latihan yang berlangsung secara konsisten.

Patrick juga membawa target pribadi dalam kiprahnya bersama Kendal Tornado FC.

Selain membantu tim meraih hasil maksimal, ia ingin memberikan kontribusi nyata melalui torehan gol maupun assist.

Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Patrick membantu Kendal Tornado FC mewujudkan ambisi besar mereka, yakni promosi ke Liga 1.

"Target saya pertama ini Liga 1, saya di sini bersama Tornado untuk satu target, Liga 1, kalau bisa saya support dengan gol dan assist," tuturnya.

Dengan target promosi yang telah dicanangkan sejak awal musim, laga menghadapi De Red FC menjadi ujian pertama bagi Kendal Tornado FC untuk menunjukkan kesiapan mereka.

Perolehan poin penuh di pertandingan pembuka diharapkan menjadi modal awal dalam perjalanan panjang menuju persaingan papan atas Pegadaian Championship 2026/2027.

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…