Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Outlet 23 yang diduga menjual miras disegel paksa oleh warga setempat karena dituding bikin resah. 
Outlet 23 yang diduga menjual miras disegel paksa oleh warga setempat karena dituding bikin resah. 

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual minuman keras di Jalan Trunojoyo, Kamis (10/9/2026) malam. Aksi penutupan ini dilakukan karena warga geram dengan aktivitas di lokasi tersebut yang dinilai mengganggu ketenteraman lingkungan permukiman.

Sekitar 40 hingga 50 warga turun tangan mendatangi lokasi dan sepakat menutup tempat usaha tersebut setelah keresahan yang dirasakan dinilai sudah berada di luar batas.

Ketua RT 03/RW 03 Lingkungan Trunodangsan, Muhammad Alfian Syukroni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait aktivitas janggal di sekitar outlet tersebut sejak Mei 2026. Sebelum aksi penyegelan dilakukan, ia mengaku telah berupaya menempuh jalur administratif dengan melapor kepada pihak kelurahan sebanyak dua kali. Namun, aktivitas yang dikeluhkan tetap terulang kembali.

"Iya, sudah mengganggu. Laporan warga mulai bulan 5. Saya sudah lapor ke Pak Lurah, sudah menghadap 2 kali. Seperti itu dan ternyata masih terulang kembali untuk kegiatan minum-minuman itu," kata Jumat, Kamis (12/9/2026).

Roni menuturkan, outlet tersebut mulai beroperasi sejak akhir Desember 2025, yakni sekitar malam Natal, meski warga tidak mengetahui tanggal pasti pembukaannya. Ironisnya, kehadiran usaha itu tidak diawali dengan sosialisasi atau pemberitahuan kepada lingkungan sekitar. Pemberitahuan kepada pengurus RT baru dilakukan pihak pengelola setelah toko resmi berjalan.

Berdasarkan keterangan warga, outlet itu beroperasi penuh selama 24 jam. Kendati demikian, gangguan paling parah justru terjadi pada jam-jam istirahat setelah tengah malam. Selain aktivitas menenggak minuman beralkohol, kerumunan pengunjung yang didominasi kawula muda kerap menimbulkan kebisingan hingga mengganggu warga sekitar.

"Toko situ kan bukanya 24 jam. Lah, untuk kegiatan biasanya dilakukan tengah malam, jam 12 malam ke atas. Ya selain minum-minum juga kan ramai, suaranya cewek-cowok ramai sampai mengganggu tetangga gitu," jelas Roni.

Sebelum aksi penyegelan pecah, warga sejatinya telah berulang kali memberikan teguran secara persuasif dan langsung kepada pihak di outlet tersebut. Mereka meminta agar pengunjung tidak membuat keributan mengingat lokasi usaha berada di tengah-tengah perkampungan padat penduduk. Sayangnya, teguran tersebut diabaikan dan aktivitas yang meresahkan terus berlanjut.

Puncak kekesalan warga terjadi setelah mereka mendapati pemandangan yang tidak pantas di muka umum. Warga melaporkan pernah melihat orang dalam kondisi mabuk berat hingga tidak berdaya di depan toko setelah menenggak minuman keras sampai pagi hari. Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada Sabtu (5/9/2026) lalu, di mana seorang pemuda yang diduga dalam pengaruh alkohol terlihat merangkak atau ngesot di depan outlet selepas waktu subuh.

"Itu sampai pagi, biasanya sampai pagi ya warga yang lihat ada orang teler, entah itu temen-temennya karyawan, ya teler ngesot di depan toko itu," ungkap Roni.

Temuan warga yang mendapati seseorang dalam kondisi teler tepat seusai waktu subuh pada akhir pekan lalu tersebut seketika memicu kemarahan warga secara kolektif. Laporan-laporan akumulatif itu akhirnya bermuara pada keputusan bersama warga untuk menutup dan menyegel operasional outlet tersebut demi mengembalikan keamanan dan ketertiban lingkungan. Roh

Tag :

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…