Optimalkan PAD, Pemkab Tulungagung Kejar Kepastian PKS Wisata Pesisir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wisatawan menikmati panorama alam dan bermain air di pesisir Pantai Coro, Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG
Wisatawan menikmati panorama alam dan bermain air di pesisir Pantai Coro, Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan pariwisata dan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) tetap optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, terus mengupayakan kepastian pembaruan perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan kawasan hutan pesisir selatan. 

Dimana, perubahan regulasi pengelolaan kawasan hutan dari Perum Perhutani kepada Kementerian Kehutanan membuat pembaruan PKS pengelolaan kawasan wisata hingga kini belum memiliki kejelasan.

"PKS terkait tata kelola kawasan hutan di pesisir selatan Tulungagung masih belum bisa diperbarui, sehingga kami tidak bisa menarik retribusi," jelas Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Minggu (13/09/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menghambat optimalisasi PAD dari sektor pariwisata, khususnya kawasan wisata pesisir selatan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar. Pada 2025, PAD sektor pariwisata Tulungagung mencapai hampir Rp2 miliar. Pemkab berpotensi tidak memperoleh penerimaan dengan besaran serupa pada 2026 apabila kepastian regulasi dan PKS tidak segera diselesaikan.

"Kami masih menunggu kepastian terkait perubahan regulasi tata kelola kawasan hutan ini agar tidak kehilangan potensi PAD itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Baharudin mengatakan Pemkab Tulungagung terus berupaya menyelesaikan status PKS tersebut dan menjadikannya salah satu agenda yang perlu segera dituntaskan.

Setelah perizinan dan kepastian kewenangan dari Kementerian Kehutanan diperoleh, Pemkab Tulungagung siap menyesuaikan sekaligus meningkatkan target PAD sektor pariwisata. "Asalkan PKS bisa segera diperbarui, kami siap menambah target PAD pariwisata untuk meningkatkan capaian PAD Tulungagung," katanya. tl-02/dsy

Berita Terbaru

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sebanyak 50-60 juta ton batu bara yang diekspor Indonesia…

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Ifl ahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama …

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, menegaskan wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…