SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Lewat gelaran kejuaraan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill, pada 19-20 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, berkomitmen menggenjot pengembangan wisata olahraga sebagai bagian dari sektor pariwisata daerah setempat. Diantaranya, Push Bike untuk anak PAUD, BMX, hingga agenda Gravel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
"Kehadiran para atlet dan wisatawan tentunya turut pula menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Senin (21/09/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara BIG Downhill 2026, Munif mengatakan bahwa ajang BIG Downhill ini telah memasuki penyelenggaraan ke-7 dan konsisten menjadi agenda resmi UCI. Dalam tiga tahun terakhir, tingkatan kompetisi ini bahkan sudah berstatus UCI Class 1 (C1).
"Dampak ekonominya juga sangat terasa, penginapan (homestay) di kawasan sekitar perhelatan hingga ke wilayah Glagah terisi penuh. Kebutuhan konsumsi dan oleh-oleh peserta juga memutar roda ekonomi warga lokal. Semoga ke depan acaranya makin besar dan meriah," katanya.
Diketahui, sebanyak 216 pembalap sepeda dari berbagai daerah di Indonesia saling adu cepat dalam kejuaraan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 yang digelar di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin. Ratusan pembalap itu datang dari Jawa Timur, Bali, Jepara, Solo, Salatiga, Yogyakarta, Cilacap, Bekasi, Jakarta, Bandung, Poso, hingga Mataram.
Setelah seluruh pembalap mengikuti sesi kualifikasi di hari pertama untuk menentukan posisi start, dan persaingan sengit berlanjut ke putaran final pada Minggu (20/9). Para peserta harus melintasi trek ekstrem sepanjang 2,3 kilometer yang menyajikan tantangan tanjakan, turunan curam, tikungan tajam, bebatuan, drop pohon, wallride kayu, super bowl, hingga big drop. by-02/dsy
Editor : Redaksi