Lazisnu Gandeng China Merchants Foundation Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Lamongan

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peserta dengan seksama saat mengikuti pelatihan  Mitigasi yang digelar oleh Lazisnu PBNU dengan narasumber dari China Merchants Foundation. SP/ MUHAJIRIN
Peserta dengan seksama saat mengikuti pelatihan  Mitigasi yang digelar oleh Lazisnu PBNU dengan narasumber dari China Merchants Foundation. SP/ MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PBNU  menggandeng China Merchants Foundation, menggelar pelatihan mitigasi dan respons kebencanaan di Lamongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, Selasa (23/9/2026).

Pelatihan yang digelar di Graha Narita Lamongan  tersebut, mengusung semangat Community Emergency Response Partnership (CERP): Skills for Safety, Neighbors for Each Other. Program ini merupakan kolaborasi NU Care-LAZISNU dengan mitra dari Tiongkok, termasuk China Merchants Foundation dan Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF).

Pelatihan diikuti sekitar 60 peserta dalam satu kelas, dengan peserta berasal dari berbagai unsur, yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dan kebencanaan.

Direktur LAZISNU PWNU Jawa Timur, Rofi'i, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi mampu melahirkan kader yang benar-benar siap menghadapi kondisi darurat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Manajer HRGA NU Care-LAZISNU PBNU Dewi Rochmawati menjelaskan, program pelatihan manajemen bencana tersebut digelar secara bertahap dalam beberapa batch di sejumlah daerah di Indonesia.

Untuk batch kedua, kegiatan dilaksanakan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Di Jawa Timur, pelatihan dilaksanakan di Lamongan, Surabaya dan Lumajang. Peserta terbaik dari batch pertama dan kedua nantinya akan diseleksi untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan di China sekaligus dipersiapkan menjadi trainer.

Dewi menegaskan, tujuan program bukan sekadar menambah jumlah relawan. Lebih dari itu, NU Care-LAZISNU ingin membentuk kader yang memiliki karakter, integritas serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Ini tidak bisa dilaksanakan secara individu. Harus dilaksanakan secara kolektif dan bersama-sama untuk menghasilkan kekuatan yang kita sebut NU Peduli dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pencegahan dan mitigasi bencana, keterampilan penyelamatan diri, pertolongan pertama serta bagaimana membantu orang lain ketika terjadi kondisi darurat. Peserta juga diarahkan untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan sebelum, saat dan setelah bencana.

Perwakilan China Merchants Foundation, Mr Peng, mengatakan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia tidak hanya mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi risiko bencana.

Menurutnya, program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Peserta didorong untuk lebih banyak melakukan praktik sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat.

“Ketika menghadapi keadaan darurat di kemudian hari, kita dapat tetap tenang menghadapi bahaya, berani memberikan pertolongan serta melakukan penyelamatan secara ilmiah dan tepat,” kata Mr Peng.

Sementara itu, Ketua PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir, menilai pelatihan tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Lamongan yang selama ini dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan kemanusiaan.

Ia mencontohkan berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan warga NU Lamongan ketika terjadi musibah di sejumlah daerah. Menurutnya, kepedulian tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana semakin tepat.

“Nilai perjuangan itu kita temukan di kemanusiaan. Ketika ada musibah di berbagai titik, Insyaallah kita terdepan dalam memberikan donasi dan bantuan,” ungkapnya.

Gus Syahrul juga menyinggung berbagai program kemanusiaan yang dilakukan NU Lamongan, termasuk bantuan untuk korban bencana di Lumajang hingga pengiriman bantuan untuk masyarakat terdampak musibah di luar Jawa.

Menurutnya, semangat tersebut perlu diperkuat dengan kemampuan teknis kebencanaan. Sebab, kepedulian saja tidak cukup apabila tidak dibarengi pengetahuan mengenai bagaimana melakukan evakuasi, memberikan pertolongan pertama, maupun melakukan tindakan yang tepat pada saat kondisi darurat.

Ia juga mendorong agar edukasi kebencanaan diperkenalkan kepada kalangan pelajar dan lembaga pendidikan di bawah naungan Ma'arif NU. Hal itu dinilai penting mengingat sejumlah wilayah di Lamongan memiliki potensi bencana, khususnya banjir saat musim penghujan.

“Bagaimana anak-anak kita dikenalkan dengan potensi bencana di Lamongan. Misalnya wilayah Turi, Kalitengah dan daerah lainnya yang ketika musim hujan memiliki potensi banjir,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Syahrul meminta para peserta merawat sertifikat pelatihan yang diperoleh. Sebab, sertifikat tersebut tidak hanya menjadi bukti mengikuti pelatihan, tetapi juga dapat menjadi modal pengembangan kapasitas kader di bidang kebencanaan.

Pelatihan ini sekaligus memperkuat jejaring kemanusiaan NU Lamongan dengan mitra internasional. Sebelumnya, program CERP telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi NU, perguruan tinggi, pesantren dan komunitas.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Lazisnu Lamongan berharap semakin banyak kader yang mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di tingkat komunitas, sehingga masyarakat tidak hanya siap memberikan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu melakukan langkah pencegahan dan penyelamatan sejak awal.jir

Berita Terbaru

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Hari Jadi Tulungagung ke-821 bertema ‘Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi’ tahun ini lebih semarak den…

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…