Dari Potensi Lokal hingga AI, Zurich Bekali Ribuan Siswa Hadapi Dunia Usaha

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Jakarta — Program pendidikan kewirausahaan Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) kembali diperluas pada tahun ajaran 2026–2027 dengan menyasar 6.125 siswa SMA dan SMK di 10 kota.

Program yang dijalankan Zurich Indonesia bersama Z Zurich Foundation dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) tersebut tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan membangun usaha, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), literasi finansial, serta potensi ekonomi lokal.

Pengembangan program tersebut merupakan kelanjutan fase kedua ZEP yang pada tahun pertama telah menjangkau lebih dari 10.000 siswa. Dari pelaksanaan tersebut, program melahirkan 35 bisnis pelajar dengan omzet kolektif mencapai Rp339 juta.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, siswa tidak hanya mendapatkan materi kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan mengembangkan ide hingga menjalankan usaha secara langsung di lingkungan sekolah.

Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, mengatakan perubahan teknologi, perilaku konsumen dan kondisi ekonomi membuat keterampilan kewirausahaan semakin relevan bagi generasi muda.

“Dunia usaha terus berubah seiring perkembangan teknologi, perilaku konsumen, dan dinamika ekonomi. Melalui Zurich Entrepreneurship Program, kami ingin membekali generasi muda dengan pengalaman nyata untuk membaca peluang, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan mengambil keputusan finansial yang tepat, sehingga mereka tumbuh lebih percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.

Pada tahun ajaran 2026–2027, pembelajaran ZEP dilakukan melalui pengembangan Student Company.

Melalui skema tersebut, siswa mempelajari tahapan membangun dan mengelola usaha, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan merek hingga mengelola operasional serta keuangan.

Tema kearifan lokal juga menjadi bagian dari pembelajaran tahun ini. Siswa didorong menggali budaya, sumber daya dan potensi ekonomi di lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi inspirasi bisnis yang memiliki identitas dan nilai tambah.

Pemanfaatan teknologi, khususnya AI, juga mulai diintegrasikan dalam proses pembelajaran.

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu siswa mengembangkan ide bisnis, melakukan riset pasar sederhana, menyusun materi promosi hingga mengeksplorasi peluang usaha.

Namun, penggunaan AI juga dibarengi dengan pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi secara kritis, etis dan bertanggung jawab.

Pendekatan tersebut diarahkan agar siswa memahami manfaat teknologi tanpa mengesampingkan integritas dan kreativitas manusia.

Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, Adriana Poglia, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan lanskap ekonomi membuka peluang baru bagi generasi muda.

“Transformasi teknologi dan perkembangan lanskap ekonomi membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Melalui ZEP, kami berupaya memberikan mereka akses yang setara terhadap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dapat membantu mereka memanfaatkan peluang tersebut serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi diri mereka dan masyarakat," jelasnya.

Proses pembelajaran siswa juga melibatkan guru, mentor PJI, karyawan dan agen Zurich Indonesia. Mereka memberikan pendampingan terkait dunia usaha, literasi finansial dan gambaran mengenai dunia kerja.

Pada tahap akhir program, bisnis pelajar yang dinilai terbaik berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat regional dan nasional. Peserta juga memiliki peluang melanjutkan pengalaman tersebut ke kompetisi kewirausahaan pelajar tingkat internasional.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, mengatakan pengalaman menjalankan usaha secara langsung dapat membantu siswa mengembangkan potensi di lingkungan sekitar menjadi peluang bisnis.

“Pengalaman membangun usaha secara langsung membantu siswa mengubah kreativitas dan potensi di sekitar mereka menjadi peluang yang bernilai. Proses ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan masa depan dan pola pikir kewirausahaan yang dibutuhkan untuk mampu beradaptasi dan menciptakan peluang di tengah berbagai perubahan," ujarnya.

Fase kedua Zurich Entrepreneurship Program ditargetkan menjangkau 16.975 siswa hingga 2028. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses siswa terhadap pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman yang dikaitkan dengan perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dan kebutuhan dunia usaha.

Berita Terbaru

Pantau Pelatihan BLK, Walikota Ning Ita Tegaskan Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran

Pantau Pelatihan BLK, Walikota Ning Ita Tegaskan Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran

Selasa, 22 Sep 2026 14:02 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026…

JPU Kejari Surabaya, Diduga Panik dan Bingung Tanggapi Eksepsi Radity

JPU Kejari Surabaya, Diduga Panik dan Bingung Tanggapi Eksepsi Radity

Selasa, 22 Sep 2026 14:00 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA: Terdakwa Raditya M Khadaffi yang telah kumpulkan alat bukti, mendengarkan Replik Jaksa Penuntut Umum, menilai JPU panik dan binggung…

Puncak Musim Kemarau, 11.800 Jiwa di Situbondo Terdampak Krisis Air Bersih

Puncak Musim Kemarau, 11.800 Jiwa di Situbondo Terdampak Krisis Air Bersih

Selasa, 22 Sep 2026 13:54 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat sebanyak 11.800 jiwa terdampak kekurangan air bersih imbas puncak…

Gegara Pembakaran Serasah, 1 Hektare Vegetasi Hutan Pinus Oro-oro Ombo Hangus Terbakar

Gegara Pembakaran Serasah, 1 Hektare Vegetasi Hutan Pinus Oro-oro Ombo Hangus Terbakar

Selasa, 22 Sep 2026 13:46 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Di musim puncak kemarau panjang ini banyak memicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, salah satunya di Kawasan hutan pinus di Desa…

Bikin Heboh! Pria di Jember Ngaku Pernah Bertemu Allah dan Nabi di TikTok

Bikin Heboh! Pria di Jember Ngaku Pernah Bertemu Allah dan Nabi di TikTok

Selasa, 22 Sep 2026 13:45 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Baru-baru ini media sosial (medsos) dihebohkan adanya pengakuan seorang pria berinisial AA di Desa Sumberweling, Kecamatan…

Lazisnu Gandeng China Merchants Foundation Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Lamongan

Lazisnu Gandeng China Merchants Foundation Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Lamongan

Selasa, 22 Sep 2026 12:53 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PBNU  menggandeng China Merchants Foundation, menggelar pelatihan m…