SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188 pekerja rentan dan sektor informal. Pasalnya, perlindungan jaminan sosial menjadi bagian penting dalam menjaga pekerja dan keluarganya tetap memiliki jaring pengaman ketika risiko terjadi.
Hal itu karena, risiko kecelakaan kerja atau kehilangan pencari nafkah bukan hanya persoalan pekerjaan, tetapi juga dapat berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Adapun perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal tersebut melalui pembiayaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.
Sedangkan untuk kelompok yang mendapatkan perlindungan berasal dari berbagai sektor informal di antaranya buruh tembakau, buruh tambang pasir, pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, pedagang sayur keliling atau mlijo, pegiat wisata, serta masyarakat kurang mampu.
Melalui Dinas Tenaga Kerja, sebanyak 5.027 buruh tembakau dan buruh tambang pasir memperoleh kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk periode Juni hingga Desember 2026. Sementara itu, perluasan berikutnya mencakup 10.161 pekerja sektor informal untuk periode September hingga Desember 2026. Kelompok itu meliputi pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, pedagang sayur keliling, pegiat wisata, serta masyarakat kurang mampu yang berada pada desil 1 hingga 4.
"Dengan demikian, total dukungan Pemkab Lumajang pada 2026 mencakup 15.188 peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan pembiayaan kepesertaan bersumber dari DBHCHT. Setiap peserta memperoleh dukungan iuran sebesar Rp16.800 per bulan yang mencakup program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang Subechan, Rabu (23/09/2026).
Sehingga, dengan cakupan yang semakin luas, pekerja rentan dan sektor informal di Lumajang diharapkan memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko dalam bekerja, sekaligus membantu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga yang bergantung pada penghasilan mereka. lj-01/dsy
Editor : Redaksi