SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar kegiatan kokurikuler membatik yang dilakukan diluar kelas.
Kegiatan yang bertemakan kearifan lokal itu fokus pada pembuatan 'Batik Udang Bandeng' yakni karya batik khas Sidoarjo yang sudah kondang di Jawa Timur.
Winny Mustikasari SPd, Waka Kesiswaan mewakili Kepala SMPN 2 Tanggulangin
mengatakan, melalui kegiatan tersebut pihaknya mendorong inovasi dan pengembangan kreativitas siswa.
" Saat ini dalam kegiatan yang melibatkan siswa dari kelas 8 tersebut, para siswa dan siswi belajar seni memainkan canting untuk membatik yang bernuansa hasil perikanan ciri khas Kota Delta Sidoarjo yakni ikan udang dan bandeng" Ujarnya, Rabu (23/9).
Masing masing siswa menyiapkan kain putih jenis mori primisima sebagai media batik juga perangkat alat batik seperti canting, cairan malam berikut alat pemanasnya untuk memulai berkarya.
Winny juga menjelaskan, proses pembuatan batik udang bandeng khas Sidoarjo dilakukan dengan cara yang unik.
Dimulai dari menggelar kain putih dengan lebar yang disesuaikan dilanjutkan menggunakan teknik batik lukis dengan alat canting langsung diatas kain agar detail bentuk udang dan bandeng bisa tampak lebih ekspresif, berdimensi, dan dinamis dibandingkan motif cap biasa.
"Hasil karya para siswa ini nantinya dipakai sebagai salah satu seragam resmi sekolah SMPN 2 Tanggulangin bermotif batik udang bandeng khas Sidoarjo.
Kegiatan kokurikuler membatik para siswa SMPN 2 Sidoarjo ini sebagai bentuk implementasi dan inovasi pembelajaran atas kepatuhan surat edaran (SE) Bupati Sidoarjo terkait
larang kegiatan Outdoor Learning (ODL) atau study tour sekolah tingkat SD dan SMP ke luar kota jika membebani finansial wali murid.
Kebijakan ini diambil Bupati Subandi setelah banyaknya aduan dari wali murid mengenai besarnya biaya perjalanan ODL ke luar kota (seperti ke Yogyakarta yang mematok tarif hingga Rp1,2 juta atau ke Malang hingga Rp1 juta) di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Daripada melakukan perjalanan jauh ke luar daerah yang memerlukan biaya jutaan rupiah, sekolah diinstruksikan untuk memanfaatkan destinasi lokal dan potensi UMKM di dalam wilayah Sidoarjo saja. "Kebijakan ini sekaligus mendukung instruksi Bupati yang mewajibkan pelestarian budaya lokal seperti industri batik khas Sidoarjo" tandas Subandi.
Bupati juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo untuk mengevaluasi total pelaksanaan ODL. Kepala sekolah yang terbukti nekat memaksakan agenda ODL mahal ke luar daerah diancam akan dicopot atau diganti dari jabatannya. Hdk/hik
Editor : Redaksi