SURABAYAPAGI.com, Kediri - Melalui penanaman jagung di Dusun Genengan, Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, kolaborasi dengan Kepolisian Resor Kediri bersama petani memperkuat gerakan pangan berbasis pertanian, diantaranya melalui penyediaan benih, pupuk, dan sarana produksi pertanian.
Sedangkan untuk pemilihan jagung karena komoditas tersebut menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan di Kabupaten Kediri karena digunakan untuk kebutuhan pangan sekaligus bahan baku pakan ternak. Dan pada 2026 menargetkan luas penanaman jagung mencapai 57.000 hektare. Luasannya tersebar di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Kediri.
“Target kami cukup besar, 57.000 hektare. Karena itu bantuan benih, pupuk dan sarana produksi terus kami upayakan agar petani bisa meningkatkan produksinya,” ungkap Plh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi, Minggu (27/09/2026).
Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Kediri Sumadianto yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan menyediakan benih dan pupuk, tetapi juga membutuhkan pendampingan teknologi serta dukungan terhadap akses sarana produksi dan pemasaran hasil panen.
“Petani punya peran besar dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian perlu kita jaga bersama, termasuk dari penanaman, perawatan, panen sampai pemasaran hasilnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif mengatakan jika sinergi tersebut dilakukan mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil pertanian sehingga produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha petani dapat terus didukung. “Polri siap bersinergi dengan pemerintah daerah, HKTI, penyuluh dan kelompok tani untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kediri. Kita ingin lahan pertanian tetap produktif dan hasilnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. kd-01/dsy
Editor : Redaksi