Lewat Program IJD, Pemkab Lumajang Fokus Prioritaskan Jalan Rusak Berat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ruas jalan rusak di Tempeh-Gesang yang akan diperbaiki melalui program IJD. SP/ LMJ
Ruas jalan rusak di Tempeh-Gesang yang akan diperbaiki melalui program IJD. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memprioritaskan jalan rusak berat untuk segera diperbaiki lebih dulu karena penanganan jalan rusak berat di Lumajang dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan ruas yang membutuhkan prioritas penanganan.

"Salah satunya ruas Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer yang direncanakan mulai dikerjakan pada November 2026 melalui program IJD," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang, Endah Mariana, Selasa (29/09/2026).

Pasalnya, saat awal kepemimpinan bupati pada 2025, tercatat 110 ruas jalan masuk kategori rusak berat. Selain itu, masih terdapat ratusan kilometer jalan dengan kondisi rusak sedang dan ringan dari total 1.090 kilometer jaringan jalan kabupaten. Namun, keterbatasan anggaran membuat penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas, sehingga pemerintah daerah mengarahkan pekerjaan terlebih dahulu pada ruas yang dinilai membutuhkan penanganan lebih mendesak.

“Memang pemerintah sudah memprioritaskan agar infrastruktur jalan menjadi prioritas penanganan di setiap tahun. Tetap kami bertahap, tidak mungkin satu tahun selesai semua dengan anggaran efisiensi,” katanya.

Salah satu ruas yang mendapat dukungan melalui program IJD adalah Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer. Ruas tersebut telah diusulkan kepada kementerian dan berdasarkan informasi terakhir, mendapat dukungan untuk peningkatan jalan.

Selain Tempeh-Gesang, penanganan juga diarahkan ke ruas Gesang-Tumpeng. Dari total sekitar 6 km, sekitar 4 km diketahui mengalami kerusakan berat, namun penanganannya akan dilakukan secara bertahap dengan pekerjaan awal sekitar 1 km dan sisanya akan dilanjutkan pada 2027. Ruas Tumpeng-Pasrujambe yang mengalami kerusakan berat juga masuk dalam rencana penanganan berikutnya. P

Sehingga, pola bertahap tersebut menjadi pilihan pemerintah daerah untuk tetap menjalankan perbaikan infrastruktur di tengah penyesuaian ruang fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, agar dapat memperbaiki konektivitas antarwilayah dan mendukung kelancaran aktivitas warga. lj-01/dsy

Berita Terbaru

Pastikan Kelayakan Belajar Mengajar, Disdik Tulungagung Rehabilitasi 60 Ruang Kelas SD

Pastikan Kelayakan Belajar Mengajar, Disdik Tulungagung Rehabilitasi 60 Ruang Kelas SD

Selasa, 29 Sep 2026 11:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya meningkatkan kelayakan dan keamanan sarana pembelajaran, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung,…

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…