SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Bulutangkis Indonesia sumbang enam medali di Asian Games 2026. Itu termasuk dua emas, terbaru dari Leo/Daniel!
Tuntas sudah perjuangan tim bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026 yang berjumlah 20 orang. Mereka bawa pulang enam medali.
Dua medali emas dipersembahkan oleh tim bulutangkis beregu putra dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Ganda Leo/Daniel memastikan emas ganda putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang.
pada final di Ichinomiya City Gymnasium, Selasa (29/9/2026). Kemenangan itu sekaligus mengembalikan emas ganda putra ke Indonesia setelah terakhir kali diraih Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada 2018.
Bagi Indonesia, keberhasilan Leo/Daniel membuat ada delapan pasangan berbeda yang pernah meraih emas ganda putra Asian Games. Jumlah gelarnya sendiri menjadi sembilan karena Ricky Subagja/Rexy Mainaky pernah juara dua kali, pada 1994 dan 1998.
Amri/Nita menjadi salah satu wakil Indonesia yang tersisa di cabor bulutangkis nomor perorangan. Mereka diharapkan dapat merebut medali emas pada multi event kali ini.
Tapi sayangnya, asa itu gagal diwujudkan. Mereka takluk dari unggulan kedua asal China Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin 19-21, 8-21 pada laga final Selasa (29/9/2026).
Seusai laga, Amri mengaku bersyukur walau hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.
“Final tadi kami merasa excited, sangat bergairah dari awal. Di gim pertama kami sempat unggul 19-16 tapi kami gagal memanfaatkan momentum,” kata Amri menyoal jalannya pertandingan.
“Itu jadi titik balik mereka, mereka jadi berani mengembangkan pola permainan mereka sementara kami tidak bisa lepas dari tekanan sampai gim kedua selesai.”
Meski pulang dengan medali perak, capaian Amri/Nita bisa disebut membanggakan. Apalagi di tengah ganda campuran Indonesia yang tengah disorot lantaran berbagai persoalan.
Sebelum menjadi runner up di Asian Games, mereka sukses membawa pulang medali Kejuaraan Dunia 2026.
“Menurut kami kunci bisa ke final adalah berkomunikasi satu sama lain, mempercayai satu sama lain. Saya dan Nita selalu berkata, kami bisa melakukannya di setiap poin, kami bisa melakukannya di setiap pertandingan, kami fokus di setiap poin untuk mendapatkan poin berikutnya,” ucap Amri.
“Dengan capaian yang baik di Kejuaraan Dunia dan Asian Games, kami berharap ke depan kami bisa konsisten ke depan dan mencapai hasil yang lebih dari ini,” tambahnya.
Sementara itu, Nita mempersembahkan medali perak ini kepada dirinya sendiri dan tandemnya, Amri.
“Karena saya bisa buktikan dan saya tidak pernah menyerah sampai saya mendapatkan ini. Juga untuk kak Amri, yang selalu percaya bahwa kami bisa melakukannya bersama-sama,” Nita mengungkapkan.
“Untuk keluarga, untuk PBSI, bapak Ketua Umum, bapak Wakil Ketua Umum dan khususnya tim ganda campuran yang kemarin selama persiapan kami ke sini sangat membantu kami. Tidak hanya 100 persen tapi bahkan 1000 persen,” sebutnya.jj, usp
Editor : Redaksi