Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan saat Kemarau, Pemkab Tulungagung Terapkan ‘Tabela’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto (kedua kiri) menarik alat penanam atau penyebar benih padi saat uji coba tanam benih langsung (tabela) di demplot pertanian Sidomuncul, Gondang, Tulungagung
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto (kedua kiri) menarik alat penanam atau penyebar benih padi saat uji coba tanam benih langsung (tabela) di demplot pertanian Sidomuncul, Gondang, Tulungagung

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi budi daya dan produksi tanaman pangan di tengah kondisi kemarau panjang, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, menerapkan metode tanam benih langsung (tabela) di 19 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Dimana, penerapan tabela tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Tulungagung.

"Walaupun kemarau panjang, kita tetap bisa melakukan tabela atau tanam benih langsung," jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Suyanto, Rabu (30/09/2026).

Menurut Suyanto, metode tabela memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam menekan kebutuhan tenaga kerja karena benih langsung ditanam di lahan tanpa melalui tahapan persemaian seperti metode konvensional. Selain itu, penerapan tabela diproyeksikan dapat meningkatkan hasil produksi.

Berdasarkan perkiraan Dinas Pertanian Tulungagung, produktivitas dengan metode tersebut dapat mencapai 10 hingga 12 ton per hektare, sedangkan metode konvensional rata-rata menghasilkan sekitar 7 ton hingga 8 ton per hektare. Namun, penerapan tabela membutuhkan benih lebih banyak karena benih ditanam dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi, diperkirakan mencapai 50 hingga 100 kilogram per hektare, dibandingkan sekitar 25 hingga 45 kilogram per hektare pada metode konvensional.

Lebih lanjut, Suyanto mengatakan umur panen tanaman dengan metode tabela relatif tidak jauh berbeda dibandingkan pola tanam konvensional yang mencakup sekitar 100 hektare lahan dan diperkirakan baru dapat dipanen sekitar lima bulan setelah tanam.

Menurut dia, produksi pertanian di Tulungagung tetap dikembangkan meskipun menghadapi kondisi kemarau, mencakup tanaman padi, jagung, dan komoditas hortikultura, termasuk tembakau. "Ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan," katanya. tl-01/dsy

Berita Terbaru

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kota Madiun. Kali ini, kantor Dinas Komunikasi da…

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur mengingatkan pentingnya…

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kembali Kantor Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing melalui Koordinasi Lintas Instansi, kali ini di…

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan ke rumah Camat Taman, Yusuf, setelah sebelumnya men…

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto akan meluncurkan sistem  parkir non-tunai menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi serta menutup …

Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Rabu, 30 Sep 2026 11:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Dalam rangka memberikan nilai tambah ekonomi bagi pemkab dan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mengusulkan…