SurabayaPagi, Surabata — Kebutuhan konektivitas logistik yang menghubungkan sentra produksi, pelabuhan, pergudangan, hingga pasar di Indonesia Timur terus menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas industri.
Di Surabaya, PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) memperkuat fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun yang difungsikan sebagai salah satu hub untuk mendukung arus barang dari Jawa Timur menuju berbagai wilayah Indonesia Timur.
Penguatan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I-2026.
Secara tahunan, sektor tersebut tumbuh 8,04 persen pada triwulan I dan 5,65 persen pada triwulan II, dengan kontribusi 6,16 persen terhadap struktur PDB triwulan II.
Supply Chain Indonesia juga memproyeksikan sektor Transportasi dan Pergudangan mencapai Rp1.713,24 triliun pada 2027, atau tumbuh 7,69 persen.
Di Jawa Timur, ekonomi tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada triwulan I-2026 dan 5,72 persen pada triwulan II.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 berada di kisaran 4,9-5,7 persen, dengan penopang antara lain konsumsi, investasi, ekspor, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi tersebut ikut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur logistik yang mampu menghubungkan proses produksi dan distribusi secara lebih efisien.
“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur. Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Direktur CKB Logistics Iman Sjafei di Surabaya, Rabu (30/9/2026).
Fasilitas Osowilangun merupakan kompleks logistik terintegrasi CKB Logistics yang telah beroperasi sejak 2017.
Area tersebut memiliki luas sekitar 140.000 meter persegi, termasuk fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi.
Tingkat keterisian atau occupancy rate fasilitas tersebut saat ini mencapai 82 persen.
Sebagai bagian dari layanan logistik terintegrasi, fasilitas Osowilangun mencakup pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan, hingga distribusi.
Fasilitas PLB juga memungkinkan kegiatan penyimpanan dan pengelolaan barang sesuai ketentuan kepabeanan, termasuk repacking, pelabelan, dan konsolidasi.
Mekanisme PLB dapat menunda pembayaran bea dan pajak hingga barang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Iman, keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya CKB Logistics menyesuaikan layanan dengan kebutuhan industri yang semakin beragam, terutama dalam hal pengelolaan arus barang dan kepastian proses distribusi.
Selain memperkuat kapasitas operasional, CKB Logistics juga menerapkan sejumlah langkah yang berkaitan dengan efisiensi energi dan aspek lingkungan di fasilitas Osowilangun.
Di antaranya melalui pemanfaatan pencahayaan alami berbasis skylight dan penggunaan forklift listrik.
Perusahaan juga menjalankan sejumlah kegiatan tanggung jawab sosial, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya.
“Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” kata Iman.
Menurut dia, pengembangan fasilitas logistik tidak hanya berkaitan dengan kapasitas penyimpanan. Faktor keselamatan, akurasi data, digitalisasi, efisiensi operasional, hingga aspek lingkungan juga menjadi bagian dari pengelolaan rantai pasok.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Digitalisasi membantu kami membaca kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, sementara penerapan ESG memastikan pertumbuhan logistik berjalan seiring dengan efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutup Iman Sjafei.
Editor : Redaksi