SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian pelanggan mengeluh karena mengalami penghentian aliran listrik sementara.
PT PLN (Persero) membenarkan adanya penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah lokasi. PLN menyebut langkah tersebut berkaitan dengan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan dan pemeliharaan jaringan.
PLN ULP Ponorogo mengatakan pekerjaan dilakukan untuk menjaga keandalan sistem sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“PLN ULP Ponorogo saat ini tengah melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan di beberapa wilayah layanan,” ujar Manager PLN ULP Ponorogo Arif Jumiin, Kamis (30/09/2026).
Arif menambahkan, untuk mendukung pekerjaan tersebut, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas pada sejumlah lokasi terdampak.
“pengaturan tersebut dilakukan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan keselamatan petugas dan masyarakat serta menjaga keandalan sistem kelistrikan,” tambahnya.
Pekerjaan pemeliharaan dan penguatan sistem ini terus berlanjut. Berdasarkan pengumuman resmi PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Balong, pemadaman terencana kembali diberlakukan pada hari ini, Rabu (30/9/2026), mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup pemeliharaan jaringan 20 KV yang berdampak pada sejumlah kecamatan, meliputi:
- Kecamatan Balong: Desa Bajang dan Desa Karangan.
- Kecamatan Slahung: Desa Mojopitu, Desa Tugurejo, Desa Wates, Desa Caluk, Desa Senepo, serta sebagian wilayah Desa Slahung.
- Kecamatan Ngrayun: Desa Binade, Desa Baosan Lor, Desa Baosan Kidul, Desa Gedangan, Desa Galih, Desa Puncakmulyo, Desa Mrayan, dan sebagian wilayah Desa Sendang.
- Kecamatan Tegalombo: Desa Gemaharjo, Desa Ploso, Desa Tahunan, Desa Tahunan Baru, dan Desa Pucangombo.
PLN mengingatkan bahwa waktu padam dapat berubah di luar jadwal apabila terkendala kondisi di lapangan. Selain itu, pelanggan yang menggunakan genset diminta agar memisahkannya dengan instalasi PLN. Jika pekerjaan selesai sebelum jam yang ditentukan, tegangan akan dinormalkan kembali, namun durasi pemadaman juga berisiko diperpanjang jika terdapat kendala di luar perkiraan.
Sebelumnya, penghentian sementara aliran listrik juga sempat dijadwalkan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 13.30 hingga 17.00 WIB di beberapa wilayah terdampak. PLN meminta pelanggan memahami kondisi tersebut karena pemadaman merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem, bukan semata-mata gangguan jaringan.
Pemadaman tersebut terjadi ketika kebutuhan listrik masyarakat Ponorogo juga menunjukkan peningkatan.
Sebelumnya, Manager PLN ULP Ponorogo Arif Jumiin menyebut konsumsi listrik pelanggan di Ponorogo selama Agustus 2026 lalu mencapai lebih dari 54,2 juta kWh. Angka tersebut meningkat sekitar 0,87 persen dibandingkan konsumsi Juli 2026 yang mencapai sekitar 53 juta kWh. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, konsumsi listrik Agustus 2026 bahkan disebut meningkat sekitar 18 persen.
Kenaikan konsumsi antara lain dipengaruhi cuaca panas dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Di tengah peningkatan kebutuhan listrik tersebut, PLN terus melakukan sejumlah pekerjaan untuk menjaga keandalan jaringan. Sebelumnya, PLN ULP Ponorogo juga melakukan pemeliharaan jaringan dan pengamanan terhadap potensi gangguan, termasuk pohon yang berada dekat jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM).
PLN meminta masyarakat tidak panik apabila terjadi penghentian sementara aliran listrik di wilayah yang masuk dalam jadwal pekerjaan.
“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi,” kata Arif.
Masyarakat yang mengalami gangguan atau membutuhkan informasi kelistrikan lebih lanjut dapat menyampaikan pengaduan melalui Contact Center PLN 123 atau memantau aplikasi PLN Mobile. roh
Editor : Redaksi