Pemkab Lumajang Lindungi Petani dan Konsumen di Tengah Kenaikan Harga Cabai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjual cabai di pasar tradisional Kabupaten Lumajang. SP/LMJ
Penjual cabai di pasar tradisional Kabupaten Lumajang. SP/LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai upaya dalam melindungi petani hingga konsumen dari tekanan kenaikan harga sekaligus memastikan petani tetap memperoleh nilai jual yang layak di tengah tantangan produksi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyiapkan langkah menjaga keseimbangan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp72.500 per kilogram. Padahal harga cabai rawit merah sebelumnya di sejumlah pasar di Kabupaten Lumajang berada di kisaran Rp65.000 per kilogram pada awal Oktober.

Sementara itu, terkait kenaikan harga dengan kondisi produksi dipengaruhi keterbatasan ketersediaan air, cuaca panas, dan dampak El Niño. Kondisi tersebut berdampak terhadap produksi dan produktivitas cabai. Sehingga, kenaikan harga cabai perlu disikapi secara seimbang karena harga jual yang lebih tinggi dapat membantu petani menutup risiko dan biaya budidaya. 

“Kenaikan ini cukup kuat dan berkaitan dengan keterbatasan ketersediaan air, cuaca panas serta dampak El Niño yang memengaruhi produksi dan produktivitas,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, Senin (05/10/2026).

Sebagai langkah perlindungan konsumen, Pemkab Lumajang merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 16 atau 17 Oktober 2026. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah akan menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau sebagai salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat ketika harga pangan mengalami kenaikan.

Di sisi produksi, pemerintah terus memantau kondisi pertanaman dan perkembangan pasokan cabai. Ketersediaan dari daerah-daerah penyangga juga menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan di pasar Lumajang sehingga kenaikan harga tidak semakin terdorong oleh keterbatasan barang.

Upaya stabilisasi tersebut tidak diarahkan untuk menekan harga cabai hingga merugikan petani. Pemerintah berupaya menjaga agar petani tetap memperoleh harga yang sepadan dengan biaya dan risiko budidaya, sementara konsumen mendapatkan perlindungan ketika harga bergerak terlalu tinggi. lj-02/dsy

Berita Terbaru

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat masih ada hunian yang kosong setelah beberapa tahun ditempati penyintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan…

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang momentum agenda Gandrung Sewu 2026, sejumlah hotel maupun homestay di Kabupaten Banyuwangi, kini terisi penuh…

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto bukan sekadar ajang pencarian bakat, melainkan upaya promotif dan preventif untuk m…

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember saat menjalani P…