Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan DKPP Ngawi, Angga Romadona. SP/NGW
Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan DKPP Ngawi, Angga Romadona. SP/NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi memastikan ketersediaan beras di wilayahnya dalam kondisi aman hingga akhir 2026. Hal itu lantaran produksi beras di Kabupaten Ngawi jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat. Jumlah produksi beras di Ngawi mencapai sekitar 1.390.497 ton.

Sementara itu, berdasarkan neraca kebutuhan dalam satu tahun, total kebutuhan beras masyarakat Ngawi mencapai sekitar 1.317.693 ton. Dengan demikian, masih terdapat surplus sekitar 73.413 ton. Disatu sisi, tingkat konsumsi masyarakat Ngawi hanya sekitar 30 persen dari total produksi beras. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 417 ribu ton, dengan rata-rata kebutuhan masyarakat sekitar 34.100 ton per bulan.

“Kalau kita lihat secara keseluruhan, produksi beras kita mencapai 1.390.497 ton. Sementara kebutuhan dalam satu tahun sekitar 1.317.693 ton, sehingga masih ada surplus sekitar 73.413 ton. Dan untuk konsumsi masyarakat sendiri sekitar 30 persen dari jumlah produksi, kurang lebih 417 ribu ton. Rata-rata kebutuhan sekitar 34.100 ton setiap bulan,” ujar Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan DKPP Ngawi, Angga Romadona, Senin (05/10/2026).

Lebih lanjut, menurut Angga, kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan pangan, khususnya beras, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ngawi. Bahkan, sebagian beras hasil produksi petani Ngawi juga dikirim untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah daerah lain.

Meski ketersediaan beras dalam kondisi aman, Pemkab Ngawi tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pemborosan pangan. Masyarakat diminta mengonsumsi pangan secara bijak dan menghindari membuang makanan, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam mengurangi pemborosan pangan dan menjaga ketahanan pangan. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…