Kedelai Impor AS, Lebih Baik dari China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com - Harga kedelai sepenuhnya hasil impor terus meroket hingga menyentuh kisaran Rp 11.300-11.500 per kilogram. Sebelumnya harga normal di bawah Rp 10.000 per kilogram. Kondisi ini membuat margin keuntungan para perajin tahu makin tergerus.

Salah satunya ada Sudiarto (63), seorang perajin tahu yang telah berproduksi selama hampir tiga dekade di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sehari-hari, ia menggunakan kedelai impor asal Amerika Serikat (AS) yang kini sudah sangat mahal.

Menurutnya ketergantungan atas kedelai impor AS ini bukan tanpa alasan. Sebab sejak akhir tahun 1990an, pasokan kedelai lokal dari berbagai wilayah mulai hilang di pasaran dan mulai digantikan dengan kedelai impor.

"Impor semua, AS itu hampir semua kayaknya. Lokal sudah nggak ada. Sekarang lokal sudah nggak ada, sudah lama. Dulu masih ada Jember, Lampung, ya itu masih banyak," ujar Sudiarto saat ditemui di lokasi produksinya, Senin (5/10/2026).

"Tahun 1998-an tuh masih lokal dulu. Malah saya dulu langsung ambil dari kampung-kampung sih. Jadi langsung dari sana, dari Jember misalkan, kayak gitu, dari Lampung. Cuma memang kedelai lokal itu kotornya bukan main. Jadi nggak kayak Amerika, bersih kayak gitu ya, nggak ada tanahnya," jelasnya lagi.

Ia sendiri mengaku bingung kenapa produksi kedelai lokal setiap tahun terus mengalami penurunan hingga kini hilang dari pasar. Sebab menurutnya kedelai lokal memiliki kandungan pati (aci) yang tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan tahu.

Bahkan dulu ia mengaku sering mencampur kedelai lokal dengan impor untuk mendapat produk tahu yang baik. Menggabungkan keunggulan produk lokal yang penuh zat pati dengan produk impor yang lebih bersih dan putih.

"Saya juga bingung itu kenapa kacang lokal kok sekarang sudah nggak ada, bingungnya di situ. Padahal ini kan tahu yang diambil aci-nya. Untuk lokal sebenarnya bagus aci-nya. Cuma memang kacangnya nggak ada atau gimana ya? Itu bingung. Dulu saya campuran sama lokal waktu gampang, masih muda cari lokalnya" paparnya.

Setelah kedelai lokal mulai langka, Sudiarto mengaku pernah mencoba menggunakan bahan baku kedelai impor dari negara lain seperti China. Sebab selain AS, China merupakan salah satu negara importir biji kedelai di Indonesia.

Namun, hasil produksi tahu dari kedelai asal China dinilai kurang mumpuni. Menurutnya hal ini dikarenakan kandungan pati yang lebih rendah dari kedelai lokal maupun AS, membuat jumlah tahu yang bisa dihasilkan jadi menurun.

"China kedelainya bagus, cuma aci-nya kurang. Kalau menurut saya aci-nya kurang. Saya pernah coba dulu, kacangnya bagus, tapi aci-nya yang kurang," terangnya. ec/he

Berita Terbaru

Edy Hadisiswoyo Jadi Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Kekompakan OPD

Edy Hadisiswoyo Jadi Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Kekompakan OPD

Rabu, 28 Okt 2026 13:54 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik kini memiliki Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda). Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik Edy H…

Program Beasiswa Seribu Sarjana 2027, Pemkot Batu Alokasikan Rp15 Miliar

Program Beasiswa Seribu Sarjana 2027, Pemkot Batu Alokasikan Rp15 Miliar

Rabu, 28 Okt 2026 13:42 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bakal fokus mengoptimalkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan…

Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 2.150 Peserta

Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 2.150 Peserta

Rabu, 28 Okt 2026 13:10 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Parade Surabaya Juang 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melibatkan 2.150 peserta dari berbagai unsur seperti…

Kedapatan Jadi Mandor Proyek di Ngawi, Dua WNA Tiongkok Dideportasi

Kedapatan Jadi Mandor Proyek di Ngawi, Dua WNA Tiongkok Dideportasi

Rabu, 28 Okt 2026 13:08 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial JL dan JZ dideportasi setelah kedapatan menjadi mandor proyek pembangunan di K…

Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 13:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo masuk dalam 10 BAZNAS kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur atas…

Pemkab Magetan Kucurkan Rp3,8 Miliar Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Pemkab Magetan Kucurkan Rp3,8 Miliar Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Rabu, 28 Okt 2026 12:59 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam mengurangi risiko banjir saat musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, mengalokasikan anggaran Rp3,8…