SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan kendaraan berbasis baterai untuk konsumen ritel maupun kebutuhan operasional perusahaan.
Salah satu produsen yang membidik pasar tersebut adalah Polytron.
Perusahaan elektronik dan kendaraan listrik itu mengklaim telah memasok lebih dari 500 unit motor listrik kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur pada semester pertama 2026.
Pasokan tersebut menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada pembelian individu, tetapi juga berpotensi berkembang melalui pengadaan armada untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dan institusi.
Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan Surabaya menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengguna motor listrik Polytron terbesar setelah Jakarta.
Namun, perusahaan tidak merinci jumlah pengguna di Jawa Timur maupun kontribusi wilayah tersebut terhadap total penjualan nasional.
Menurut Ilman, jumlah pengguna motor listrik Polytron secara nasional saat ini terus bertambah dan mendekati 100.000 unit.
“Kepercayaan masyarakat terhadap lini motor listrik Polytron terus menunjukkan tren yang sangat luar biasa. Saat ini, jumlah pengguna motor listrik Polytron secara nasional terus melaju menuju 100.000 unit,” ungkap Ilman.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Polytron mengikuti Pekan Raya Jatim (PRJ) Surabaya 2026 yang berlangsung pada 8–18 Oktober 2026 di Grand City Convex, Surabaya.
Keikutsertaan tersebut dilakukan setelah perusahaan mencatat kenaikan penjualan hingga empat kali lipat selama Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) sebelumnya.
Meski demikian, perusahaan tidak menyertakan angka penjualan dasar maupun jumlah unit yang terjual dalam pameran tersebut.
Pameran di Surabaya menjadi salah satu upaya produsen untuk memperkenalkan kendaraan listrik secara langsung kepada calon konsumen.
Dalam kegiatan itu, pengunjung dapat mencoba motor listrik Polytron FOX 350 yang dilengkapi sejumlah fitur, antara lain sistem kunci pintar, konektivitas ponsel, pengereman regeneratif, dan bantuan saat kendaraan mulai bergerak di tanjakan.
Dari sisi bisnis, pemanfaatan motor listrik untuk operasional perusahaan menjadi salah satu segmen yang berpotensi memperluas permintaan.
Pengadaan dalam jumlah besar dapat membuka pasar di luar pembelian ritel, meskipun manfaat ekonominya tetap bergantung pada harga kendaraan, biaya pengisian daya, perawatan, serta intensitas penggunaan armada.
Dalam pameran tersebut, Polytron juga menawarkan potongan harga atau subsidi langsung hingga Rp6 juta untuk setiap pembelian unit motor listrik. Penawaran itu berlaku selama periode pameran, 8–18 Oktober 2026.
Di tengah ekspansi pasar kendaraan listrik, perkembangan permintaan di Jawa Timur akan menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati.
Data penjualan regional, jumlah kendaraan yang beroperasi, serta biaya penggunaan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak diperlukan untuk mengukur seberapa jauh pertumbuhan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi konsumen dan pelaku usaha.
Editor : Redaksi