ART Indonesia Diduga Bunuh Nenek 93 Tahun di Hong Kong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembunuhan terhadap seorang nenek berusia 93 tahun, diduga melibatkan seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia.
Pembunuhan terhadap seorang nenek berusia 93 tahun, diduga melibatkan seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia.

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang nenek berusia 93 tahun bermarga Kwan di Hong Kong yang melibatkan seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia berinisial K (53) yang diduga berasal dari Kecamatan Balong viral di Media Sosial (Medsos).

Kendati demikian Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo mengaku belum menerima informasi resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong terkait identitas dan asal daerah perempuan yang ditangkap dalam kasus tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Ponorogo, Muhrodhi mengatakan, informasi yang beredar sejauh ini masih berasal dari media sosial. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran kabar tersebut, termasuk dugaan bahwa perempuan yang ditangkap merupakan warga Ponorogo.

“Sampai saat ini kan belum ada kabar dari KJRI Hong Kong. Hanya kadang-kadang di media sosial itu kan,” katanya, Selasa (13/10/2026).

Muhrodhi menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya apabila informasi tersebut telah terverifikasi.

“Kalau memang informasi itu valid, kita harus komunikasi dengan pimpinan dulu. Nanti pimpinan seperti apa memberikan arahan,” ujarnya.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti identitas keluarga yang disebut-sebut berada di wilayah Balong Ponorogo tersebut. Disnaker masih menunggu informasi yang jelas sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“ Kita cek dulu kebenarannya,” ungkapnya.

Sekedar informasi, kepolisian Hong Kong tengah menangkap seorang ART asal Indonesia bernama K (53) atas dugaan pembunuhan terhadap seorang nenek perempuan berusia 93 tahun, Senin (12/10/2026). Korban ditemukan tidak sadarkan diri di unit rumah susunnya di Tak Yiu House, kawasan Tak Long Estate, Kai Tak, pada Minggu (11/10/2026) pagi.

Mengutip keterangan resmi Pemerintah Hong Kong, petugas rumah sakit melaporkan korban ditemukan tidak sadarkan diri sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.12.

Pemeriksaan awal menemukan sejumlah luka pada wajah, leher, dada, dan perut korban. Polisi menduga korban mengalami kekerasan fisik menggunakan tangan kosong.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas diduga memperlihatkan ART tersebut berulang kali memukul kepala, wajah, dan leher korban dengan tangan kosong. Polisi menyebut dugaan pemukulan terjadi sekitar 20 kali. Rekaman juga memperlihatkan dugaan pelaku menginjak bagian tubuh korban.

Penyelidikan awal mengindikasikan dugaan kekerasan tidak hanya terjadi pada hari korban meninggal. Rekaman selama sekitar setengah bulan sebelumnya disebut memperlihatkan dugaan kekerasan berulang terhadap korban.

Korban diketahui tinggal seorang diri dan membutuhkan perawatan sepanjang waktu karena kondisi kesehatannya. ART tersebut mulai merawat korban sejak Januari 2023.

Pemeriksaan awal terhadap jenazah menemukan dua memar di bagian dada, memar pada perut bagian bawah dan sisi kanan perut, memar pada rahang kanan, serta lecet di sisi kiri leher.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban melalui pemeriksaan lanjutan, termasuk autopsi.

Roh

Berita Terbaru

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Hari Jadi Tulungagung ke-821 bertema ‘Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi’ tahun ini lebih semarak den…

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…