SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pada 2026, lima ruas jalan di Kabupaten Lamongan dibangun melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung program prioritas Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).
Diantaranya adalah Ruas Sumberagung–Sedayulawas yabg direncanakan dibangun sepanjang 2,47 kilometer. Hingga saat ini, progres pengerjaannya telah mencapai 55 persen.
Selain ruas Sumberagung–Sedayulawas, pembangunan PISEW pada 2026 juga mencakup ruas Sidomlangean–Nglebur dan Kedungbanjar–Kedungdadi di Kecamatan Kedungpring. Pada ruas Sidomlangean–Nglebur, pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 360 meter di Desa Sidomlangean dan 180 meter di Desa Nglebur. Sementara itu, ruas Kedungbanjar–Kedungdadi mencakup pembangunan sepanjang 271 meter di Desa Kedungbanjar dan 150 meter di Desa Kedungdadi.
Pembangunan juga dilakukan pada ruas Pucangtelu–Pucangro di Kecamatan Kalitengah sepanjang 398,3 meter serta ruas Sembung–Bangle di Kecamatan Sukorame sepanjang 455 meter.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendampingi anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Ali Mufthi meninjau sejumlah pekerjaan infrastruktur program PISEW di Kabupaten Lamongan, Rabu (14/10) di salah satu titik PISEW yakni ruas Sumberagung–Sedayulawas
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebelumnya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut juga telah meresmikan dua ruas jalan hasil program PISEW.
“Peninjauan ini untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. PISEW juga menjadi bagian dari upaya kita memperkuat infrastruktur di Lamongan, sekaligus mendukung realisasi program prioritas Jamula,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Ali Mufthi menyampaikan, pembangunan infrastruktur perdesaan memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai dapat membantu memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil produksi. Hal ini menjadi penting bagi Lamongan yang memiliki potensi pertanian besar sebagai salah satu penopang lumbung pangan nasional.
“Pembangunan infrastruktur seperti ini penting untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan akses yang semakin baik, mobilitas petani dan distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar,” ungkapnya.
Selain meninjau pembangunan jalan, peninjauan juga dilakukan pada progres Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2026 melalui program PISEW.
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, pelaksanaan PAMSIMAS mencakup empat desa dengan total target 276 Sambungan Rumah (SR). Rinciannya, Desa Datinawong, Kecamatan Babat, menargetkan 76 SR dengan progres pekerjaan 39 persen. Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, menargetkan 65 SR dengan progres 21,04 persen.
Selanjutnya ada Desa Pesanggrahan, Kecamatan Laren, menargetkan 65 SR dengan progres 31 persen, sedangkan Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, menargetkan 70 SR dengan progres 28,50 persen.
Melalui pembangunan jalan perdesaan dan penyediaan akses air minum tersebut, Pemkab Lamongan terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berfokus pada konektivitas wilayah, tetapi juga mendukung kebutuhan dasar dan produktivitas masyarakat.jir
Editor : Redaksi