Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan Bupati Blora Arief Rohman saat bertukar kenang-kenangan kesenian Reog Ponorogo dan Barongan Blora. 
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan Bupati Blora Arief Rohman saat bertukar kenang-kenangan kesenian Reog Ponorogo dan Barongan Blora. 

i

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan kesenian Barongan Blora sebagai bagian dari perluasan nominasi (extension nomination) Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO pada 2027.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kesepakatan bersama antara kedua pemerintah daerah di Pringgitan Belakang Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Jumat (16/10/2026). 

Kegiatan itu dihadiri Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, pimpinan DPRD Blora, komunitas seni Barongan Blora, akademisi Blora, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Ponorogo, serta pelaku kesenian Reog Ponorogo.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat proses pengusulan Barongan Blora melalui perluasan nominasi yang berkaitan dengan kesenian Reog Ponorogo. Menurut dia, kesepakatan itu tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan komunitas dan pegiat seni sebagai pemilik tradisi.

“Barongan ini yang istilahnya nanti akan kita extension untuk pengakuan UNESCO. Jadi, kami mohon izin bahwasanya kekayaan Barongan Blora dengan Ponorogo ini merupakan khazanah kekayaan yang punya historis, filosofis, serta mengandung nilai-nilai luhur yang tentunya perlu dijaga dan diwariskan untuk generasi mendatang,” kata Arief.

Arief menjelaskan, sebelum penandatanganan kesepakatan, komunitas seni dari kedua daerah telah bertemu untuk berdiskusi dan membangun kesepahaman. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian penting untuk memastikan dukungan para pelaku seni terhadap rencana kerja sama.

“Kemarin dari sore sampai tadi malam sudah ngopi bareng antara komunitas Ponorogo dengan komunitas Blora. Alhamdulillah, dari komunitasnya sudah mendukung dan ini dilengkapi dari Ibu Bupati juga mendukung. Rasanya sudah lengkap tahapan-tahapan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pengusulan masih memerlukan sejumlah tahapan, termasuk kajian akademis, koordinasi, dan pemenuhan prosedur yang berlaku. Karena itu, Arief berharap Ponorogo dapat berbagi pengalaman selama menjalani proses pengusulan Reog Ponorogo ke UNESCO.

Reog Ponorogo sendiri telah tercatat dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2024, tepatnya dalam kategori List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding atau Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Membutuhkan Pelindungan Mendesak. Status tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Ponorogo untuk berbagi pengalaman dalam upaya pelestarian dan pengakuan budaya di tingkat internasional.

Arief mengatakan, kesepakatan bersama tersebut menjadi payung kerja sama strategis bagi kedua pemerintah daerah. Selain kebudayaan dan kesenian, ia membuka peluang kolaborasi di sektor pangan, pertanian, peternakan, dan UMKM untuk mendukung kemajuan kedua daerah.

“Tujuannya adalah untuk kemajuan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Blora, khususnya dalam bidang pelestarian kebudayaan dan juga bidang-bidang yang lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Barongan Blora telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2017 melalui Surat Keputusan Nomor 260/M/2017. Kesenian tersebut bersumber dari hikayat Panji dan menjadi salah satu identitas seni pertunjukan masyarakat Blora.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Blora juga telah menyiapkan langkah pengusulan Barongan ke UNESCO melalui koordinasi dengan komunitas seni dan tim teknis. Kerja sama dengan Ponorogo diharapkan memperkuat persiapan tersebut, dengan tetap memperhatikan kajian, ketentuan pengusulan, serta keterlibatan masyarakat pemilik tradisi.

Arief berharap kesepakatan itu semakin mempererat hubungan kedua daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Ponorogo dan para pelaku seni yang telah mendukung rencana kolaborasi tersebut.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyatakan, Pemkab Ponorogo siap membantu Blora dalam proses persiapan dan pengajuan tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh Ponorogo dapat menjadi bekal bagi Blora, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya di kedua daerah.

“Kami dari Ponorogo siap membantu untuk proses-prosesnya dan untuk pengajuannya seperti yang kami lakukan sebelumnya. Kami nantinya akan memberikan ilmu-ilmu yang pernah kami dapati sehingga nanti kita bisa berbagi hal-hal juga, termasuk dalam nguri-uri budaya,” kata Lisdyarita.

Lisdyarita berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong generasi muda semakin mencintai seni dan budaya daerah. 

“ Kerja sama Ponorogo dan Blora ini tidak harus berhenti pada sektor kesenian saja, tetapi juga bisa dikembangkan ke bidang lain, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kuliner,” pungkasnya. roh

Tag :

Berita Terbaru

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT MDS retailing tbk grup resmi menghadirkan Mu+ku, zes, dan suko di Tunjungan plaza 3 dengan konsep yang unik. Serta setiap…