Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang semakin beragam, hingga batu permata buatan dengan harga lebih terjangkau diperkirakan menjadi bagian dari perkembangan pasar perhiasan tahun depan.

Pembina UKM dan IKM perhiasan di bawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Wanto Tandya, mengatakan perkembangan teknologi produksi turut mendorong perubahan desain perhiasan.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah electroforming, yakni teknik pembuatan perhiasan yang memungkinkan produk berukuran besar memiliki bobot relatif ringan.

“Demand pada tahun 2027 mendatang untuk perhiasan ini nantinya akan semakin ringan,” ujar Wanto dalam rangkaian kegiatan Pameran Surabaya International Jewellery Fair ke-29 Tahun 2026 di area pameran Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (17/10/2026).

Teknik electroforming menggunakan proses elektrokimia untuk membentuk lapisan logam pada cetakan khusus.

Bagian dalam perhiasan dapat dibuat berongga sehingga menghasilkan produk dengan ukuran besar, detail rumit, tetapi tidak terlalu berat saat dikenakan.

Teknologi ini memberikan alternatif bagi pelaku industri untuk mengembangkan desain perhiasan yang lebih ekspresif tanpa mengabaikan kenyamanan pengguna.

Selain perubahan desain dan bobot, tren perhiasan pada 2027 juga diperkirakan mengarah pada penggunaan warna yang lebih beragam.

Wanto menjelaskan, pilihan perhiasan tidak lagi hanya didominasi warna emas, kuning, atau putih, tetapi semakin berkembang mengikuti tren fashion jewellery.

“Kalau biasanya perhiasan berwarna emas atau kuning, atau bahkan putih, sekarang trennya lebih ke warna-warni,” katanya.

Menurut Wanto, warna merah dan biru diprediksi tetap mendominasi pasar batu perhiasan. Kedua warna tersebut antara lain hadir melalui ruby atau batu merah delima serta blue sapphire.

“Untuk warna, merah dan biru diprediksi tetap mendominasi. Sementara itu, warna hijau dan kuning diperkirakan mengalami pengurangan peminat,” ujarnya.

Di tengah perubahan selera pasar, industri perhiasan juga menyiapkan alternatif batu permata dengan harga lebih terjangkau.

Wanto mengungkapkan rencana peluncuran produk bernama Light Brown Gemstone pada 2027.

“Tahun 2027 mendatang, kami akan meluncurkan batu permata Light Brown Gemstone. Ini merupakan batu permata buatan manusia yang dikembangkan seperti sapphire atau ruby, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Wanto.

Kehadiran batu permata buatan tersebut diharapkan menambah pilihan bagi konsumen yang menginginkan perhiasan dengan tampilan batu permata tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.

Namun, karakteristik, kualitas, dan harga produk tetap menjadi faktor penting yang menentukan penerimaannya di pasar.

Wanto mengatakan, saat ini pihaknya membawahi sekitar 300 pelaku UKM dan IKM di sektor perhiasan.

Menurut dia, perubahan tren perlu dicermati para pelaku usaha agar produk yang dihasilkan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

Perkembangan teknologi produksi, desain, dan material tersebut membuka peluang bagi industri perhiasan untuk memperluas pilihan produk.

Tantangannya, pelaku UKM dan IKM perlu menyesuaikan kemampuan produksi serta inovasi agar mampu mengikuti perubahan selera pasar pada 2027.

Berita Terbaru

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027 dan Pendapat Akhir atas 13 Raperda

Wali Kota Mojokerto Sampaikan Nota Keuangan APBD 2027 dan Pendapat Akhir atas 13 Raperda

Senin, 19 Okt 2026 15:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto dengan dua agenda, yakni…

Outing Class, Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Destinasi Lokal

Outing Class, Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Optimalkan Destinasi Lokal

Senin, 19 Okt 2026 15:30 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memberikan pengalaman belajar di luar kelas (Outing Class) sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada para siswa, Pemerintah…