SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Aktivis Greenpeace Indonesia bikin heboh! Mereka manjat Patung Selamat Datang Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Dua spanduk besar dibentangkan. Tulisan kuning: “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.
Aksi ini soroti krisis iklim, karhutla, dan biaya hidup yang makin berat. Momennya pas 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pukul 09.30 WIB polisi turunkan spanduk. Tapi hingga pukul 10.15 WIB, 6 aktivis masih bertahan di atas pakai helm dan APD, pakai tali pengaman.
Polisi, Damkar, dan BPBD siaga di bawah. Kapolres Jakpus Kombes Reynold Hutagalung imbau lewat pengeras suara:
“Rekan-rekan, tolong segera turun, perhatikan keselamatan, utamakan keselamatan.”
Juru Kampanye Greenpeace Jeanny Sirait bilang dampak krisis iklim paling berat dirasa pekerja rentan.
“Dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok pekerja yang hidup dalam kerentanan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga singgung kabut asap Kalimantan yang bikin kualitas udara berbahaya.
Gubernur DKI Pramono Anung hormati aksi itu asal tertib.
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi, kita memberikan penghormatan dan apresiasi, tetapi yang paling penting, jangan mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono.
Akibat aksi ini, sebanyak 11 aktivis ditangkap Reskrimsus Polda Metro Jaya..Tim pendamping aktivis Greenpeace dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alif Fauzi, mengatakan, lima aktivis di antaranya sudah dibebaskan.
Total ada 11 orang yang ditangkap. Sementara dari 11 itu, ada lima orang yang merupakan tim rescue dan pers sudah diperbolehkan pulang,” ujar Alif saat dikonfirmasi, Selasa.
Sementara itu, enam aktivis sisanya masih bertahan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lanjutan bersama penyidik. jk2, rrc
Editor : Redaksi