Bela Teman yang Merokok, Siswa Sekolah Rakyat Ditendang dan Dipukul

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polres Jember
Polres Jember

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Seorang siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jember diduga menjadi korban kekerasan fisik di lingkungan asrama. Korban disebut dipukul hingga ditendang di bagian dada dan punggung. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lebam di dada kiri dan sempat menjalani perawatan di puskesmas.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban mendatangi kepolisian, kemarin untuk melaporkan dugaan penganiayaan tersebut. Keluarga meminta perkara itu diproses secara hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Paman korban, BD, menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB, di dalam asrama. Dugaan kekerasan itu disebut bermula ketika seorang siswa kedapatan merokok oleh pembimbing kedisiplinan yang disebut merupakan mahasiswa.

Menurut penuturan keluarga, siswa yang kedapatan merokok itu diduga ditempeleng. Seorang siswa lain kemudian berusaha membela temannya, tetapi justru ikut terkena sasaran. Korban yang belakangan ikut membela juga diduga mengalami kekerasan fisik dengan dampak lebih parah.

“Ponakan saya dipukul terus ditendang juga di bagian dada sama di bagian punggung belakang,” tutur BD.

BD mengatakan, keluarga mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi pihak wali asrama dan wali asuh. Setelah mendapat informasi, korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Dalam keterangannya, keluarga menyebut terdapat lebam di bagian dada kiri korban.

Keluarga kemudian memutuskan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Basuki menegaskan, langkah tersebut diambil agar dugaan kekerasan terhadap siswa dapat ditangani secara serius dan tidak berhenti pada penyelesaian internal.

“Kalau harapannya, ya diproses secara hukum sesuai hukum,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak sekolah sempat berkomunikasi dengan keluarga dan meminta agar korban tidak menjalani visum maupun melaporkan kejadian tersebut. Namun, keluarga memilih tetap melanjutkan proses hukum.

Bagi BD, pembinaan kedisiplinan seharusnya dilakukan melalui pendidikan dan pengarahan, bukan tindakan fisik yang berpotensi melukai siswa. Ia menilai, pihak yang diberi tanggung jawab membimbing siswa semestinya mampu memberikan contoh dalam menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

“Bukan menghajar, tapi mengajar dan membimbing,” ujarnya.

BD menyebut, insiden tersebut terjadi ketika tidak ada kegiatan sekolah yang sedang berlangsung. Peristiwa itu berlangsung di dalam asrama pada malam hari.

Keluarga menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian. Mereka berharap dugaan penganiayaan tersebut dapat diusut secara objektif sehingga fakta kejadian dan pihak yang bertanggung jawab bisa terungkap.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat (SR) atau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Jember, Kartika Sari Dewi, saat dikonfirmasi terkait dugaan penganiayaan tersebut menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan pernyataan kepada wartawan. jbr

Berita Terbaru

Peringati Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Polres Blitar Doa Bersama Lintas Agama

Peringati Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Polres Blitar Doa Bersama Lintas Agama

Rabu, 21 Okt 2026 11:47 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Republik Indonesia…

Komitmen Jaga Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Gelar Pembinaan Petugas Jaga Lintasan

Komitmen Jaga Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Gelar Pembinaan Petugas Jaga Lintasan

Rabu, 21 Okt 2026 11:45 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -PT.KAI Daop  7 Madiun terus ber komitmen terhadap keselamatan  perjalanan kereta api (Perka), dengan peningkatan kualitas sumber daya …

Pemkab Gencarkan Promosi Wisata Lewat ‘Jombang Influencer Camp 2026’

Pemkab Gencarkan Promosi Wisata Lewat ‘Jombang Influencer Camp 2026’

Rabu, 21 Okt 2026 11:21 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus berupaya dalam mendorong sektor wisata lokal melalui Jombang Influencer Camp 2026.…

Lewat Program Dewi SAE, Probolinggo Dorong Desa Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Lewat Program Dewi SAE, Probolinggo Dorong Desa Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Rabu, 21 Okt 2026 11:11 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Program 100 Desa Wisata atau Dewi SAE, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berupaya dalam membuka peluang usaha,…

Dongkrak Sektor Pariwisata, Pemkot Jajaki Pengembangan 'Batu Sport Center' di Kawasan Jalibar

Dongkrak Sektor Pariwisata, Pemkot Jajaki Pengembangan 'Batu Sport Center' di Kawasan Jalibar

Rabu, 21 Okt 2026 11:05 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya dalam memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism di Kota Batu, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Wali Kota Eri Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut jika Tersandung Kasus Hukum

Wali Kota Eri Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut jika Tersandung Kasus Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 10:27 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya tersangkut persoalan hukum…