Menko: Pasar Modal RI Tak Hanya Bergantung ke Satu Lembagal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukan satu-satunya lembaga pemeringkat pasar modal. Ada sejumlah lembaga lain seperti FTSE Russell yang memiliki penilaian tersendiri terhadap pasar saham.

Karena itu, ia memandang penilaian terhadap pasar modal Indonesia tak semestinya hanya mengacu pada satu lembaga. “Tentu MSCI kan itu salah satu (lembaga) rating, tetapi bukan satu-satunya. Jadi, kita ada rating yang lain, apakah itu FTSE Russell dan yang lain yang tentu hasilnya berbeda,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Meski demikian, Airlangga menyampaikan optimistis terhadap upaya pembenahan tata kelola pasar modal yang sudah dijalankan otoritas. “Kita percaya diri saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan dan Indonesia tidak tergantung hanya pada satu rating agency,” jelasnya.

Adapun MSCI saat ini membuka konsultasi dengan pelaku pasar terkait usulan perubahan klasifikasi tersebut. Periode konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027, sementara keputusan akhir dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Juni 2027.

MSCI menyatakan rencana reklasifikasi akan tetap berlanjut apabila belum terdapat bukti yang jelas mengenai perbaikan dalam tata kelola dan fungsi bursa efek Indonesia.

Sejak Januari 2026, MSCI sudah membekukan sebagian perubahan indeks saham Indonesia menyusul kekhawatiran investor terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi.

Sebagai respons, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi. Upaya tersebut mencakup peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham serta penyusunan peta jalan untuk menaikkan batas minimum saham yang beredar di publik (free float) menjadi 15 persen. ec

Berita Terbaru

Fatwa MUI Tentang Emas Fisik Digital Perkuat Kepastian Syariah

Fatwa MUI Tentang Emas Fisik Digital Perkuat Kepastian Syariah

Kamis, 22 Okt 2026 07:02 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 07:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Perkumpulan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) menyambut positif penetapan fatwa jual beli emas fisik secara digital oleh Dewan Syariah…

Pemerintah Percepat Distribusi Barang Subsidi Lewat Koperasi Merah Putih

Pemerintah Percepat Distribusi Barang Subsidi Lewat Koperasi Merah Putih

Kamis, 22 Okt 2026 07:00 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pemerintah mempercepat penyaluran barang bersubsidi ke gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi. Langkah ini…

Tiga Komodo Dijual ke Thailand, Jaksa Tuntut Verrol 10 Tahun Penjara

Tiga Komodo Dijual ke Thailand, Jaksa Tuntut Verrol 10 Tahun Penjara

Kamis, 22 Okt 2026 06:58 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 06:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Harga seekor komodo dalam perkara perdagangan satwa dilindungi ini disebut mencapai Rp72 juta. Tiga ekor satwa endemik Indonesia…

Dua Pabrik Obat Keras Digerebek, 16 Orang Diringkus

Dua Pabrik Obat Keras Digerebek, 16 Orang Diringkus

Kamis, 22 Okt 2026 06:52 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 06:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bongkar 2 pabrik obat keras ilegal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Total 16 tersangka…

Sekretaris ESDM Jatim Sebut Uang Rp50 Juta Berasal dari CSR Masjid

Sekretaris ESDM Jatim Sebut Uang Rp50 Juta Berasal dari CSR Masjid

Kamis, 22 Okt 2026 06:50 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 06:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keterangan Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Ibnu Arif Efendi, mengenai asal-usul uang Rp50 juta…